AS Setujui Penjualan Chip Nvidia kepada Perusahaan Tiongkok
- 15 Mei 2026 14:58 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Nvidia memperoleh persetujuan AS untuk menjual chip AI H200 kepada sekitar 10 perusahaan Tiongkok, namun hingga kini pengiriman chip masih tertunda.
- CEO Nvidia Jensen Huang ikut dalam delegasi Presiden AS Donald Trump ke Beijing untuk mencari terobosan di tengah rivalitas teknologi AS dan Tiongkok.
- Meski perusahaan seperti Alibaba, Tencent, dan ByteDance mendapat izin membeli chip H200, Beijing tetap mendorong penggunaan chip domestik seperti produk Huawei demi memperkuat industri AI dalam negeri.
RRI.CO.ID, Beijing — Amerika Serikat menyetujui penjualan chip AI H200 milik Nvidia kepada sejumlah perusahaan Tiongkok. Chip H200 merupakan chip AI paling kuat kedua milik Nvidia, dilansir dari Reuters, CNBC, dan CNA, Jumat, 15 Mei 2026.
Namun belum ada pengiriman yang dilakukan sehingga kesepakatan teknologi tersebut masih tertunda. CEO Nvidia Jensen Huang kini berupaya mencari terobosan di Tiongkok.
Huang bergabung dalam delegasi Presiden AS Donald Trump ke Beijing setelah disebut menerima undangan langsung dari Trump. Langkah tersebut memunculkan harapan bahwa penjualan chip Nvidia ke Tiongkok dapat segera terealisasi.
Persoalan ini menunjukkan rivalitas teknologi antara AS dan Tiongkok yang semakin memengaruhi perdagangan chip AI global. Sebelum pembatasan ekspor diperketat Washington, Nvidia menguasai sekitar 95 persen pasar chip canggih Tiongkok.
Negara tersebut juga pernah menyumbang sekitar 13 persen pendapatan Nvidia. Huang sebelumnya memperkirakan pasar kecerdasan buatan Tiongkok dapat mencapai nilai 50 miliar dolar AS (Rp879,8 triliun) tahun ini.
Departemen Perdagangan AS telah menyetujui sekitar 10 perusahaan Tiongkok untuk membeli chip H200 Nvidia. Beberapa perusahaan yang mendapat persetujuan antara lain Alibaba, Tencent, ByteDance, dan JD.com.
Selain itu, distributor seperti Lenovo dan Foxconn juga memperoleh izin penjualan. Dalam aturan lisensi AS, setiap pelanggan diperbolehkan membeli hingga 75 ribu chip.
Meski telah mendapat persetujuan Washington, sejumlah perusahaan Tiongkok disebut menarik diri dari kesepakatan setelah adanya arahan dari Beijing. Pemerintah Tiongkok khawatir ketergantungan pada chip asing dapat melemahkan pengembangan industri chip AI domestik.
Beijing kini mendorong penggunaan teknologi dalam negeri. Perusahaan seperti DeepSeek mulai beralih menggunakan chip lokal, termasuk chip buatan Huawei yang semakin banyak dipakai di Tiongkok.
Huang juga memperingatkan bahwa kontrol ekspor AS telah mengikis posisi Nvidia di pasar Tiongkok. Di sisi lain, pemerintah AS tetap menerapkan aturan ketat terhadap penjualan chip AI ke Tiongkok.
Pembeli diwajibkan memenuhi standar keamanan tertentu dan tidak boleh menggunakan chip untuk kepentingan militer. Trump juga menegosiasikan skema agar AS memperoleh sebagian pendapatan dari penjualan chip tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....