Donald Trump Klaim Tak Butuh Bantuan Tiongkok untuk Akhiri Perang Iran
- 13 Mei 2026 15:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Donald Trump menyatakan tidak membutuhkan bantuan Tiongkok untuk mengakhiri perang dengan Iran menjelang kunjungan kenegaraannya ke Beijing dan pertemuan dengan Xi Jinping.
- Trump menegaskan Amerika Serikat akan memenangkan perang melawan Iran, meski konflik tersebut telah memicu tekanan politik domestik dan lonjakan inflasi akibat terganggunya pasokan energi global setelah penutupan Selat Hormuz.
- Menjelang pertemuan dengan Xi, Trump menyampaikan pernyataan yang saling bertentangan soal Iran, tetapi tetap menekankan bahwa tujuan utama AS adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
RRI.CO.ID, Washington — Donald Trump menyatakan bahwa dirinya tidak membutuhkan bantuan Tiongkok untuk mengakhiri perang dengan Iran menjelang keberangkatannya menuju Beijing. Trump dijadwalkan melakukan kunjungan kenegaraan dan bertemu dengan Xi Jinping di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Melansir dari Al Jazeera, Rabu, 13 Mei 2026, Trump mengatakan Amerika Serikat akan memenangkan perang melawan Iran “dengan cara apa pun”. Pernyataan tersebut muncul ketika posisinya di dalam negeri menghadapi tekanan akibat perang berkepanjangan dengan Iran dan meningkatnya inflasi di AS.
Para ekonom menilai lonjakan inflasi dipicu gangguan pasokan energi global setelah penutupan Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis itu sebelumnya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia sehingga penutupannya memicu kenaikan harga energi global.
Menjelang kunjungan ke Beijing, Trump memberikan pernyataan yang saling bertentangan mengenai pentingnya isu Iran dalam pembicaraannya dengan Xi Jinping. Awalnya ia mengatakan akan berbicara panjang mengenai Iran dengan pemimpin Tiongkok tersebut.
“Kami akan berbicara panjang soal itu. Saya rasa dia cukup baik, sejujurnya,” kata Trump sebelum menaiki Air Force One. Namun beberapa menit kemudian ia tampak mengubah pernyataannya.
Trump menyebut Iran bukan fokus utama pembicaraan karena situasi tersebut masih berada dalam kendali Amerika Serikat. Ia juga menegaskan bahwa kondisi ekonomi warga Amerika bukan pertimbangan utama dalam kebijakannya terkait Iran.
Menurut Trump, tujuan utamanya hanyalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir. Ia menegaskan hal tersebut menjadi satu-satunya motivasi utama dalam kebijakan luar negerinya terhadap Teheran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....