Di Forum PBB, Menhut Gaungkan Prinsip 'Ecological Before Tourism'

  • 13 Mei 2026 23:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Di Forum PBB, Menhut Gaungkan Prinsip 'Ecological Before Tourism'
  • Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam perlindungan keanekaragaman hayati

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menegaskan komitmen kuat Pemerintah Indonesia dalam perlindungan keanekaragaman hayati. Demikian disampaikannya pada Sidang ke-21 United Nations Forum on Forests (UNFF21) di Markas Besar PBB, Senin, 11 Mei 2026.

Dalam forum internasional tersebut, Menhut menyoroti langkah strategis yang menjadi pilar penguatan konservasi satwa dan pengelolaan kawasan konservasi. Hal ini, lanjutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.

Langkah tersebut adalah pembentukan Satuan Tugas Pembiayaan Inovatif untuk Taman Nasional dan Konservasi Spesies Ikonik. Inisiatif ini dirancang untuk memperkuat pengelolaan taman nasional melalui skema pembiayaan yang inovatif, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang.

Mekanisme yang dikembangkan mencakup optimalisasi nilai ekonomi karbon serta penguatan ekowisata sebagai instrumen pendukung konservasi. Menhut menegaskan, arah pengembangan taman nasional di Indonesia ke depan harus berpijak pada prinsip keberlanjutan yang kokoh.

Ia menekankan, fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pemanfaatan kawasan. “Pesan utama yang kami bawa adalah 'Ecological Before Tourism," kata Menhut dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 13 Mei 2026.

"Fungsi ekologis dan kelestarian biodiversitas harus didahulukan sebelum kita berbicara mengenai pengembangan pariwisata. Ekowisata harus menjadi alat untuk memperkuat konservasi, bukan sebaliknya,” katanya.

Lebih lanjut, Indonesia membuka ruang kolaborasi dengan komunitas internasional, lembaga donor, dan swasta untuk mendukung skema pembiayaan tersebut. Melalui Satgas ini, Indonesia berupaya memastikan pengelolaan taman nasional berstandar kelas dunia.

Dimana tidak hanya mampu meningkatkan penyerapan karbon, tetapi juga melindungi spesies ikonik yang terancam punah. “Dengan kolaborasi internasional, kita dapat memastikan bahwa kekayaan biodiversitas Indonesia terjaga demi keseimbangan ekosistem global,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....