Pesan 100 CTFP: Satukan Suara Inklusivitas Olahraga Asia
- 03 Agt 2026 09:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gerakan 100 CTFP diluncurkan pada 11 Juli 2025 untuk mendukung atlet difabel dunia.
- Dukungan datang dari IPC, APC, APSF, dan para pimpinan NPC di berbagai negara Asia.
- Setahun perjalanan, 100 CTFP terus mengampanyekan olahraga yang inklusif dan setara.
RRI.CO.ID, Jakarta - Gerakan 100 Celebrities Talk for Para Athletes atau 100 CTFP terus memperkuat dukungan global bagi atlet difabel. Kampanye tersebut menyatukan tokoh dunia, organisasi olahraga, dan pimpinan National Paralympic Committee atau NPC di Asia.
Gerakan itu resmi diluncurkan pada 11 Juli 2025 sebagai ruang menyuarakan dukungan bagi atlet difabel. Sejak awal, kampanye tersebut membawa semangat inklusivitas yang melintasi batas negara.
"Paralimpiade merupakan ajang olahraga paling transformatif di dunia. Melalui olahraga, kita mampu mengubah kehidupan banyak orang," ujar Presiden International Paralympic Committee atau IPC, Andrew Parsons dikutip dari keterangan tertulis, Jakarta, Senin, 3 Agustus, 2026.
Pesan tersebut menjadi awal rangkaian dukungan dari berbagai organisasi olahraga disabilitas dunia. Gerakan itu kemudian berkembang hingga menjangkau kawasan Asia.
Dukungan Terus Mengalir dari Asia
Presiden Asian Paralympic Committee atau APC, Majid Rashed, turut memberikan dukungannya terhadap gerakan tersebut. Ia menilai keberhasilan atlet tidak hanya diukur melalui raihan medali.
"Keberhasilan sejati bukan hanya diukur dari medali yang diraih. Keberhasilan lahir dari sistem yang dibangun bersama dan saling menguatkan," katanya.
Semangat serupa juga disampaikan mantan Sekretaris Jenderal ASEAN Para Sports Federation atau APSF, Wandee Tosuwan. Ia mengajak atlet terus percaya kepada kemampuan diri sendiri.
Dukungan berikutnya datang dari para pimpinan NPC di berbagai negara Asia. Mereka menyampaikan pesan penyemangat menjelang berbagai ajang olahraga internasasional.
Presiden NPC India, Deepa Malik, mengajak atlet terus menginspirasi dunia melalui prestasi. Menurutnya, atlet difabel mampu menghadirkan dunia yang lebih inklusif.
Presiden NPC Bhutan, HRH Ashi Euphelma Choden Wangchuck, menilai setiap keberhasilan membawa harapan bagi banyak orang. Semangat para atlet juga dinilai mampu menginspirasi generasi berikutnya.
Presiden NPC Thailand, Naiyanobh Bhirombhakdi, mengingatkan pentingnya tidak menyerah menghadapi tantangan. Baginya, perjuangan belum berakhir selama atlet terus melangkah maju.
Pesan serupa juga datang dari Filipina, Kamboja, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. Seluruhnya menegaskan komitmen mendukung perkembangan olahraga difabel di kawasan Asia.
Setahun Menyatukan Suara Dunia
Memasuki satu tahun perjalanan, gerakan 100 CTFP kembali mendapat apresiasi dari Presiden IPC. Dukungan itu disampaikan bertepatan peringatan pertama kampanye pada 11 Juli 2026.
"Selamat ulang tahun pertama kepada seluruh tim 100 CTFP dan Maria Monique Last Wish Foundation. Merupakan kehormatan bagi saya memberikan dukungan kepada gerakan ini," ucapnya.
Dalam setahun, 100 CTFP berhasil mempertemukan suara dari berbagai organisasi olahraga dunia. Mulai dari IPC, APC, APSF, hingga para pimpinan NPC di Asia.
Gerakan tersebut kini berkembang menjadi kampanye moral yang melampaui batas negara. Semangat yang dibangun terus mengingatkan bahwa keterbatasan bukan penghalang meraih prestasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....