ASEAN Perkuat Ketahanan Energi di tengah Krisis Timteng
- 09 Mei 2026 15:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- ASEAN sepakat memperkuat ketahanan energi kawasan dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu di tengah dampak konflik Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dan komoditas global.
- ASEAN mendorong penguatan konektivitas energi, percepatan energi terbarukan, serta implementasi ASEAN Power Grid dan ASEAN Petroleum Security Agreement untuk menjaga stabilitas pasokan energi regional.
- Selain energi, ASEAN juga menyoroti ketahanan pangan dan perdagangan dengan mendorong ratifikasi ASEAN Trade in Goods Agreement guna memperkuat stabilitas ekonomi kawasan di tengah ketidakpastian global.
RRI.CO.ID, Cebu — Para pemimpin ASEAN sepakat memperkuat ketahanan energi kawasan di tengah konflik Timur Tengah. Konflik tersebut telah memicu kenaikan harga minyak dan komoditas dunia.
Melansir dari Xinhua, Sabtu, 9 Mei 2026, kesepakatan tersebut dicapai dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu. Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengatakan para pemimpin ASEAN menekankan pentingnya menjaga rantai pasok energi yang stabil dan andal.
ASEAN juga sepakat meningkatkan konektivitas energi regional serta mempercepat diversifikasi menuju sumber energi terbarukan dan alternatif. Selain itu, para pemimpin ASEAN menyerukan ratifikasi segera ASEAN Petroleum Security Agreement.
Mekanisme regional tersebut bertujuan memperkuat stabilitas energi dan melindungi negara-negara anggota ASEAN dari gangguan pasokan energi. ASEAN juga mendorong operasionalisasi ASEAN Power Grid, proyek konektivitas listrik lintas batas yang melibatkan 11 negara anggota.
Proyek tersebut diharapkan memungkinkan negara-negara Asia Tenggara berbagi sumber daya energi secara lebih efisien. Selain itu, proyek ini juga bertujuan memperkuat ketahanan energi regional.
Dalam KTT tersebut, ketahanan pangan juga menjadi perhatian utama para pemimpin ASEAN. Negara-negara anggota sepakat menjaga distribusi barang-barang penting tetap lancar serta mempertahankan pasar yang terbuka dan dapat diprediksi.
ASEAN juga berkomitmen memperkuat perdagangan intra-kawasan dan memperkuat mekanisme ketahanan pangan regional. Para pemimpin ASEAN turut menyerukan ratifikasi cepat terhadap peningkatan ASEAN Trade in Goods Agreement.
Langkah tersebut bertujuan memodernisasi perdagangan regional agar lebih tangguh, digital, dan berkelanjutan. KTT ASEAN kali ini banyak membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas kawasan.
Pembahasan tersebut khususnya menyoroti pasokan energi dan perdagangan komoditas global. ASEAN menilai kerja sama regional menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas energi dan pangan di tengah ketidakpastian global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....