AS dan Iran Berpeluang Lanjutkan Perundingan di Islamabad Pekan Depan
- 09 Mei 2026 15:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Amerika Serikat dan Iran dilaporkan akan melanjutkan pembicaraan di Islamabad dengan menyusun nota kesepahaman 14 poin untuk meredakan konflik dan mengakhiri perang.
- Draf kesepakatan mencakup pembahasan program nuklir Iran, pelonggaran ketegangan di Selat Hormuz, serta kemungkinan pemindahan stok uranium Iran yang diperkaya tinggi ke negara lain.
- Negosiasi masih menghadapi hambatan terkait pelonggaran sanksi terhadap Iran, di tengah ketegangan kawasan setelah serangan AS-Israel dan blokade maritim Amerika Serikat di Selat Hormuz.
RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat dan Iran kemungkinan akan melanjutkan pembicaraan pada pekan depan di Islamabad. Informasi tersebut dilaporkan The Wall Street Journal dengan mengutip sumber yang mengetahui proses negosiasi tersebut.
Menurut laporan, kedua pihak sedang bekerja sama dengan mediator untuk menyusun nota kesepahaman satu halaman berisi 14 poin utama. Dokumen tersebut akan menjadi dasar pembicaraan selama satu bulan dengan tujuan mengakhiri perang dan meredakan ketegangan di kawasan.
Draf kesepakatan tersebut mencakup pembahasan mengenai program nuklir Iran dan pelonggaran ketegangan di Selat Hormuz. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai kemungkinan pemindahan stok uranium Iran yang diperkaya tinggi ke negara lain.
Namun, sejumlah isu utama masih belum terselesaikan. Salah satu isu yang masih menjadi perdebatan adalah besaran pelonggaran sanksi terhadap Iran, dilansir dari Anadolu, Sabtu, 9 Mei 2026.
Perbedaan pandangan terkait hal tersebut dinilai berpotensi menghambat proses negosiasi yang sedang berlangsung. Laporan juga menyebut masa pembicaraan awal selama satu bulan dapat diperpanjang jika kedua pihak mencapai kemajuan dan menyetujui perpanjangan.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu serangan balasan dari Teheran dan menyebabkan gangguan di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas dunia.
Pakistan kemudian berhasil memediasi gencatan senjata yang mulai berlaku pada 8 April. Namun, putaran pertama pembicaraan di Islamabad pada 11 April belum berhasil menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
Gencatan senjata itu selanjutnya diperpanjang oleh Donald Trump tanpa batas waktu yang ditentukan. Sejak 13 April, Amerika Serikat juga memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di kawasan Selat Hormuz.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....