KJRI Johor Bahru Tingkatkan Koordinasi Pelindungan WNI
- 31 Jan 2026 21:17 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Batu Pahat - KJRI Johor Bahru memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zona Maritim Batu Pahat, Johor. Kunjungan KJRI Johor Bahru pada Kamis, 22 Januari 2026 guna membahas penguatan kerja sama pengawasan maritim serta pelindungan WNI di wilayah perairan Johor.
Dalam pertemuan tersebut, KJRI Johor Bahru menyampaikan apresiasi atas dukungan dan hubungan kerja sama yang selama ini terjalin baik dengan APMM. Khususnya, dalam penegakan hukum di laut, dan pelaksanaan operasi search and rescue (SAR).
Kemudian, peningkatan keselamatan pelayaran, serta penanganan dan pelindungan WNI di wilayah perairan perbatasan Indonesia–Malaysia. Kedua pihak sepakat untuk terus meningkatkan intensitas komunikasi serta pertukaran informasi.
Pada kesempatan yang sama, KJRI Johor Bahru menerima laporan mengenai keberhasilan APMM Zona Maritim Batu Pahat. Yaitu, dalam menggagalkan upaya penyelundupan 120 karung berisi pasir timah asal Buton dengan berat sekitar enam ton dan nilai diperkirakan mencapai RM600.000.
Muatan ilegal tersebut diangkut menggunakan sebuah kapal kayu yang berasal dari Provinsi Riau dan APMM turut mengamankan tiga orang kru kapal yang seluruhnya merupakan WNI. Terdiri atas satu kapten dan dua anak buah kapal (ABK) berusia antara 33 hingga 59 tahun, masing-masing berinisial EH, RH, dan RD, berasal dari Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.
Ketiganya saat ini ditahan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut berdasarkan Akta Kastam 1967. Seluruh kru beserta kapal dan muatan telah diamankan di Jeti APMM Zona Maritim Batu Pahat.
KJRI Johor Bahru akan terus memantau perkembangan proses hukum terhadap para WNI tersebut serta memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan yang berlaku. Sekaligus memperkuat kerja sama dengan otoritas setempat guna memastikan perlindungan hak-hak WNI di Malaysia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....