Filipina Dorong Kerja Sama Maritim dalam KTT ASEAN 2026

  • 07 Mei 2026 16:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Filipina sebagai ketua ASEAN akan mendorong penguatan kerja sama maritim dan respons terpadu terhadap krisis Timur Tengah dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu 2026.
  • ASEAN akan membahas deklarasi kerja sama maritim, termasuk pembentukan Forum Penjaga Pantai ASEAN, pendirian Pusat Maritim ASEAN, serta percepatan Kode Etik Laut China Selatan bersama Tiongkok.
  • ASEAN juga akan menyusun respons terhadap krisis Timur Tengah yang berdampak pada energi dan ekonomi, serta mengajukan Protokol Cebu untuk reformasi Piagam ASEAN dan integrasi Timor-Leste.

RRI.CO.ID, Cebu — Filipina akan mendorong penguatan kerja sama maritim serta respons terpadu ASEAN terhadap krisis Timur Tengah. Hal itu akan dibahas dalam KTT ASEAN ke-48 di Cebu, dilansir dari Philippine News Agency, Kamis, 7 Mei 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari agenda utama sebagai negara ketua ASEAN tahun ini. ASEAN dijadwalkan membahas tiga dokumen penting di bawah pilar Komunitas Politik-Keamanan ASEAN.

Salah satunya adalah Deklarasi Pemimpin ASEAN tentang Kerja Sama Maritim yang bertujuan memperkuat koordinasi pengelolaan wilayah laut di kawasan. Deklarasi tersebut mencakup pembentukan Forum Penjaga Pantai ASEAN sebagai badan sektoral serta usulan pendirian Pusat Maritim ASEAN di Filipina.

Inisiatif ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Laut China Selatan yang masih menjadi sengketa antara ASEAN dan Tiongkok. ASEAN dan Tiongkok masih melanjutkan negosiasi mengenai Kode Etik Laut China Selatan.

Negosiasi tersebut bertujuan untuk mencegah konflik dan mengelola ketegangan di kawasan tersebut. Filipina sendiri terus mendorong percepatan penyelesaian kesepakatan yang mengikat secara hukum.

Selain isu maritim, ASEAN juga akan mengeluarkan pernyataan bersama terkait respons terhadap krisis Timur Tengah. Konflik tersebut mengganggu pasokan minyak global dan menyebabkan kenaikan harga bahan bakar yang berdampak pada ekonomi Asia Tenggara.

Dampak krisis tersebut turut memunculkan kekhawatiran terhadap keamanan energi dan inflasi di kawasan. ASEAN diperkirakan akan memprioritaskan isu keamanan energi, ketahanan pangan, serta perlindungan warga negaranya di luar negeri.

Selain itu, akan diajukan Protokol Cebu untuk mengubah Piagam ASEAN yang menjadi amandemen pertama sejak diadopsi pada 2007. Perubahan ini diharapkan dapat memperkuat reformasi kelembagaan ASEAN, termasuk mendukung integrasi penuh Timor-Leste ke dalam blok regional.

KTT ASEAN 2026 mengusung tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”. Tema tersebut berfokus pada penguatan ketahanan regional, menjaga stabilitas kawasan, dan meningkatkan kerja sama di tengah ketidakpastian global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....