Menlu ASEAN Bahas Krisis Energi dan Dampak Konflik Timteng
- 07 Mei 2026 15:10 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri luar negeri ASEAN menggelar pertemuan di Filipina menjelang KTT ASEAN di tengah kekhawatiran atas krisis energi akibat perang Iran dan Amerika Serikat.
- ASEAN membahas dampak konflik Timur Tengah terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan, termasuk potensi gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz.
- Selain isu energi, ASEAN juga menyoroti keselamatan warga negara di Timur Tengah serta strategi bersama menghadapi tekanan ekonomi global dan menjaga persatuan kawasan.
RRI.CO.ID, Manila — Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN menggelar pertemuan di Filipina pada Kamis, 7 Mei 2026. Pertemuan tersebut digelar menjelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN, dilansir dari Anadolu.
Pertemuan tersebut dipimpin Menteri Luar Negeri Filipina Maria Theresa Lazaro, sementara Filipina saat ini menjabat sebagai ketua ASEAN. Pertemuan berlangsung di tengah meningkatnya kekhawatiran kawasan terhadap krisis energi yang berkembang akibat perang antara Iran dan Amerika Serikat.
Konflik di Timur Tengah dinilai dapat memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi dan keamanan kawasan Asia Tenggara. Para menteri membahas sejumlah isu strategis, termasuk dampak situasi Timur Tengah terhadap kawasan dan ketahanan ekonomi regional.
ASEAN juga menyoroti pentingnya respons bersama untuk menghadapi gangguan energi yang terus berlangsung akibat ketegangan geopolitik global. Salah satu perhatian utama dalam pembahasan adalah potensi gangguan distribusi energi melalui Selat Hormuz.
ASEAN khawatir gangguan pasokan energi dapat memicu lonjakan harga minyak dan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota. Selain isu energi, keselamatan warga negara ASEAN yang berada di Timur Tengah juga menjadi agenda penting dalam pertemuan tersebut.
Negara-negara anggota disebut terus memantau kondisi warganya di wilayah konflik dan memperkuat koordinasi untuk mengantisipasi perkembangan situasi. Pertemuan para menteri luar negeri ini menjadi bagian dari rangkaian menuju KTT ASEAN pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam pertemuan tingkat pemimpin nanti, ASEAN diperkirakan akan membahas dampak perang terhadap perdagangan regional dan strategi menghadapi tekanan ekonomi global. ASEAN juga akan membicarakan upaya menjaga persatuan kawasan di tengah krisis internasional yang terus berkembang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....