Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tewaskan Tiga Orang di Atlantik

  • 05 Mei 2026 15:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Dua kasus hantavirus terkonfirmasi di kapal pesiar MV Hondius, dengan tiga orang meninggal dan satu warga Inggris dalam kondisi kritis di Afrika Selatan.
  • Kapal yang dioperasikan Oceanwide Expeditions membawa 149 penumpang dari 23 negara, sementara WHO ikut menyelidiki kemungkinan keterkaitan beberapa kasus lain.
  • Otoritas kesehatan dan berbagai negara melakukan evakuasi serta pemantauan ketat, meski WHO menegaskan risiko penularan ke masyarakat umum tetap rendah.

RRI.CO.ID, Cape Town — Dua kasus hantavirus telah dikonfirmasi di kapal pesiar MV Hondius yang beroperasi di Samudra Atlantik. Total tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan seorang warga Inggris berada dalam kondisi kritis.

Melansir dari BBC News, Selasa, 5 Mei 2026, kapal tersebut dioperasikan oleh Oceanwide Expeditions dan membawa 149 orang dari 23 negara. Korban meninggal terdiri dari warga Belanda dan Jerman, sementara penyebab kematian dua korban lainnya masih dalam penyelidikan.

Virus juga terkonfirmasi pada seorang warga Inggris berusia 69 tahun yang kini dirawat di Afrika Selatan serta perempuan asal Belanda. Hantavirus sendiri diketahui ditularkan melalui hewan pengerat, sementara penularan antarmanusia tergolong jarang.

Kasus ini juga tengah diselidiki oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), termasuk lima kasus lain yang diduga terkait dengan kapal tersebut. Kondisi di kapal dilaporkan masih relatif tenang.

Meski demikian, dua awak kapal mengalami gejala pernapasan akut dan masih menunggu konfirmasi lebih lanjut terkait infeksi. Otoritas terkait saat ini sedang mempersiapkan evakuasi medis menggunakan pesawat khusus, dengan bantuan pemerintah Belanda.

Perjalanan kapal dan proses penanganan medis terus dipantau secara ketat oleh berbagai instansi. Kronologi menunjukkan bahwa seorang penumpang jatuh sakit dan meninggal pada 11 April.

Sementara itu, istrinya juga meninggal setelah mengalami gejala dalam perjalanan pulang. Penumpang lain dari Inggris kemudian dievakuasi ke Afrika Selatan dan kini dalam kondisi kritis namun stabil.

Menteri Kesehatan Afrika Selatan, Aaron Motsoaledi, menyatakan bahwa pasien mendapatkan perawatan suportif karena tidak ada pengobatan khusus untuk hantavirus. WHO juga menegaskan bahwa risiko penularan ke masyarakat umum tetap rendah dan tidak diperlukan pembatasan perjalanan.

Meski demikian, pihak berwenang terus melakukan investigasi dan pemantauan, sementara opsi evakuasi penumpang lain ke wilayah masih dipertimbangkan. Situasi ini terjadi di tengah kekhawatiran kesehatan global terkait dugaan wabah di kapal tersebut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....