Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina, Hadiri KTT ke-48 ASEAN
- 07 Mei 2026 11:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Cebu, Filipina untuk menghadiri KTT-48 ASEAN.
- Presiden Prabowo Subianto juga dijadwalkan menghadiri KTT Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA).
RRI.CO.ID, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto bertolak ke Cebu, Filipina, untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-48 ASEAN. Pertemuan antarpemimpin negara-negara Asia Tenggara itu akan berlangsung selama dua hari pada 7-8 Mei 2026.
Presiden bersama rombongan lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026, pukul 09.10 WIB. Keberangkatan Kepala Negara dilepas oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan sejumlah pejabat lainnya.
Di antaranya Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi. Tampak pula Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), Muhammad Herindra.
Presiden Prabowo mengenakan kemeja safari berwarna cokelat lengan pendek dipadukan dengan peri berwarna hitam. Sebelum menaiki tangga pesawat, Kepala Negara menyalami Wapres Gibran beserta para menteri dan pejabat lainnya.
Presiden juga dijadwalkan menghadiri salah satu agenda KTT ke-48 ASEAN yakni KTT Brunei Darussalam–Indonesia–Malaysia–Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA). Ini merupakan forum strategis untuk memperkuat konektivitas dan kerja sama ekonomi subkawasan di Asia Tenggara.
Presiden dijadwalkan membahas penguatan kerja sama antarnegara ASEAN, termasuk upaya menghadapi dinamika global saat ini. Sejumlah isu yang akan dibahas mencakup perkembangan global yang berdampak pada kawasan.
Di antaranya ketahanan energi serta upaya memperkuat koordinasi dalam merespons dinamika geopolitik. Pertemuan para pemimpin ASEAN juga diharapkan memperkuat soliditas kawasan.
Terutama dalam menjaga stabilitas, pertumbuhan ekonomi, serta kerja sama strategis di berbagai sektor. Turut mendampingi Presiden di antaranya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....