Demo May Day Global Soroti Kenaikan Biaya Energi dan Upah

  • 01 Mei 2026 14:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Demonstrasi May Day digelar di berbagai negara dengan tuntutan kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja, dipicu oleh kenaikan biaya energi akibat konflik Iran.
  • Tekanan ekonomi global, termasuk inflasi dan lonjakan harga bahan bakar, mendorong aksi besar di negara seperti Amerika Serikat, Filipina, dan Pakistan.
  • Aksi Hari Buruh menjadi momentum global bagi pekerja untuk menyoroti ketimpangan sosial, kebijakan pemerintah, serta memperjuangkan keadilan dan perlindungan tenaga kerja.

RRI.CO.ID, Paris — Aksi demonstrasi May Day atau Hari Buruh digelar di berbagai negara pada Jumat, 1 Mei2026. Ribuan pekerja turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutan kenaikan upah dan perbaikan kondisi kerja, dilansir dari AP News.

Gelombang protes ini dipicu oleh meningkatnya biaya energi akibat konflik Iran yang turut menekan daya beli masyarakat. Di banyak negara, Hari Buruh diperingati sebagai hari libur nasional dan diwarnai dengan aksi massa di berbagai kota besar dunia.

Sejumlah demonstrasi bahkan diperkirakan berpotensi memicu ketegangan, seiring meningkatnya tekanan ekonomi yang dirasakan pekerja. Konfederasi Serikat Buruh Eropa menilai pekerja tidak seharusnya menanggung dampak dari konflik geopolitik.

Di Amerika Serikat, aktivis juga merencanakan aksi unjuk rasa untuk menentang kebijakan Presiden Donald Trump. Kenaikan harga energi menjadi isu utama dalam berbagai aksi.

Di Filipina, aksi diperkirakan berlangsung besar dengan tuntutan bantuan ekonomi akibat lonjakan harga bahan bakar. Di Pakistan, meskipun Hari Buruh merupakan hari libur nasional, banyak pekerja harian tetap bekerja karena kebutuhan ekonomi.

Inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak semakin memperburuk kondisi mereka. Aksi demonstrasi juga terjadi di Seoul, Korea Selatan, dengan serikat pekerja menyoroti isu ketimpangan sosial dan perlindungan tenaga kerja.

Di Prancis, Hari Buruh tahun ini memiliki makna khusus karena adanya perdebatan terkait aturan kerja pada hari tersebut. Peringatan ini menjadi momentum global bagi pekerja untuk menyuarakan aspirasi dan menuntut keadilan sosial.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....