Kenapa Hari Buruh Diperingati Setiap 1 Mei? Simak Sejarahnya

  • 01 Mei 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sejarah Hari Buruh berawal dari tuntutan jam kerja delapan jam.
  • Peristiwa Haymarket 1886 menjadi tonggak penting gerakan buruh internasional.
  • May Day diperingati setiap 1 Mei sebagai simbol perjuangan pekerja dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Hari Buruh atau May Day diperingati setiap 1 Mei sebagai penghormatan terhadap perjuangan pekerja dunia. Peringatan ini menjadi simbol tuntutan atas hak, kesejahteraan, dan kondisi kerja yang lebih manusiawi.

Melansir laman Britannica, May Day berawal dari gerakan pekerja di Amerika Serikat pada abad ke-19. Saat itu, buruh kerap bekerja sangat panjang, bahkan mencapai 14 hingga 20 jam sehari.

Tuntutan jam kerja lebih pendek semakin kuat seiring berkembangnya industrialisasi dan organisasi serikat buruh. Para pekerja kemudian memperjuangkan kondisi kerja layak, termasuk pembagian waktu yang lebih adil.

Salah satu slogan terkenal saat itu adalah delapan jam kerja, delapan jam rekreasi, dan delapan jam istirahat. Slogan ini menjadi simbol penting dalam sejarah panjang perjuangan buruh di berbagai negara.

Pada 1856, pekerja batu di Australia berhasil memenangkan tuntutan kerja delapan jam. Keberhasilan itu ikut memperkuat gerakan serupa di Amerika Serikat dan negara lainnya.

Gerakan tersebut mencapai puncaknya ketika organisasi buruh menyerukan aksi nasional pada 1 Mei 1886. Sekitar 500 ribu pekerja terlibat dalam ribuan pemogokan di berbagai kota Amerika Serikat.

Aksi besar itu berpusat di Chicago dan kemudian dikenal melalui peristiwa Haymarket. Demonstrasi yang awalnya damai berubah menjadi bentrokan keras antara massa dan polisi.

Pada 1889, Internasional Kedua menetapkan 1 Mei sebagai hari dukungan bagi pekerja. Penetapan itu juga menjadi penghormatan terhadap peristiwa Haymarket di Chicago pada 1886.

Di banyak negara, May Day kemudian berkembang menjadi hari libur nasional dan momentum aksi buruh. Peringatan ini dirayakan di India, Afrika Selatan, China, Jerman, Prancis, Spanyol, Portugal, dan Yunani.

Namun, Amerika Serikat dan Kanada memiliki peringatan berbeda yang dikenal sebagai Labor Day. Hari Buruh di kedua negara tersebut dirayakan pada Senin pertama bulan September.

Seiring waktu, May Day mengalami perkembangan makna di berbagai kawasan dunia. Di Eropa, 1 Mei semula berkaitan dengan festival musim semi sebelum identik dengan gerakan buruh.

Pada masa Uni Soviet dan Blok Timur, May Day menjadi perayaan besar dengan parade pekerja. Setelah komunisme runtuh di Eropa Timur, perayaan besar tersebut mulai berkurang.

Meski begitu, May Day tetap menjadi ruang penting bagi pekerja untuk menyuarakan aspirasi. Peringatan ini kerap diisi demonstrasi, unjuk rasa, piknik, hingga kegiatan solidaritas buruh.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....