GCC Tolak Biaya dan Penutupan Selat Hormuz, Tegaskan Kebebasan Navigasi
- 29 Apr 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Para pemimpin GCC menolak biaya kapal dan penutupan Selat Hormuz oleh Iran, serta menegaskan kebebasan dan keamanan navigasi sebagai prinsip utama.
- GCC menyepakati penguatan kerja sama regional melalui pembangunan jaringan pipa minyak dan gas bersama serta sistem peringatan dini untuk menghadapi ancaman rudal balistik.
- Selat Hormuz tetap menjadi jalur energi vital dunia meski konflik melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel masih berlangsung dalam kondisi gencatan senjata dan ketegangan.
RRI.CO.ID, Jeddah - Para pemimpin Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) menolak adanya biaya bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Mereka juga menegaskan pentingnya kebebasan dan keamanan navigasi di wilayah tersebut, dilansir dari Anadolu.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh sekretaris jenderal GCC dalam pertemuan konsultatif di Jeddah, Arab Saudi, Selasa, 29 April 2026. Dalam pertemuan tersebut, para pemimpin Teluk juga menolak langkah penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
Para pemimpin negara-negara Teluk tersebut menyebut langkah penutupan Selat Hormuz sebagai tindakan ilegal. Hal ini ditegaskan oleh Jasem Mohamed Albudaiwi selaku Sekretaris Jenderal GCC.
Selain membahas isu keamanan maritim, para pemimpin juga menyepakati langkah strategis pembangunan jaringan pipa minyak dan gas bersama. Mereka juga mendorong pembentukan sistem peringatan dini untuk menghadapi ancaman rudal balistik guna memperkuat keamanan kawasan.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia. Sekitar seperlima pasokan minyak global melaluinya setiap hari sebelum pecahnya konflik di kawasan.
Jalur tersebut mengalami gangguan sejak awal Maret setelah meletusnya perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Saat ini konflik berada dalam kondisi gencatan senjata.
Namun, ketegangan masih berlangsung di tengah upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan jangka panjang. GCC menegaskan bahwa kebebasan navigasi harus tetap dijaga, serta keamanan energi global menjadi prioritas utama bagi stabilitas kawasan maupun dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....