UEA: Keputusan Keluar dari OPEC Langkah Strategis dan Berdaulat
- 29 Apr 2026 14:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Uni Emirat Arab menyatakan keluar dari OPEC sebagai keputusan berdaulat dan strategis yang didasarkan pada visi ekonomi jangka panjang.
- Keputusan keluar dari OPEC+ mulai 1 Mei diperkirakan mengurangi sekitar 15 persen kapasitas OPEC dan berpotensi melemahkan pengaruhnya terhadap pasar minyak global.
- Meski keluar, UEA tetap berkomitmen menjaga stabilitas pasar energi melalui kerja sama internasional, termasuk pertemuan antara Sultan Ahmed Al Jaber dan Saad Sherida Al Kaabi untuk memperkuat kerja sama energi bilateral.
RRI.CO.ID, Abu Dhabi — Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan bahwa keputusannya keluar dari OPEC merupakan langkah berdaulat dan strategis. UEA menyatakan, langkah tersebut didasarkan pada visi ekonomi jangka panjang negara, dilansir dari Xinhua, Rabu, 29 April 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Direktur Komunikasi Kementerian Luar Negeri UEA, Afra Mahash Al Hameli, melalui platform X. “Keputusan UEA untuk keluar dari OPEC adalah pilihan berdaulat dan strategis yang berlandaskan visi ekonomi jangka panjangnya,” katanya.
Menurut Al Hameli, keputusan ini akan memberikan fleksibilitas lebih besar bagi UEA dalam memanfaatkan kapasitas energinya. Langkah tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pembangunan nasional, meningkatkan kepercayaan pasar, serta mendukung stabilitas energi global.
Pada hari yang sama, UEA mengumumkan akan keluar dari OPEC dan aliansi OPEC+ mulai 1 Mei. UEA sendiri merupakan produsen terbesar ketiga dalam kelompok tersebut.
Keluarnya negara tersebyt dinilai dapat melemahkan pengaruh kartel terhadap pasokan dan harga minyak global. Para analis memperkirakan OPEC akan kehilangan sekitar 15 persen kapasitasnya.
Meski demikian, UEA menegaskan tetap berkomitmen untuk bekerja sama dengan para mitra internasional. Negara itu berencana memperkuat kerja sama bilateral dan multilateral guna menjaga stabilitas serta memastikan pasar energi global berfungsi dengan baik.
Sementara itu, Menteri Industri UEA, Sultan Ahmed Al Jaber, bertemu dengan Menteri Negara Urusan Energi Qatar, Saad Sherida Al Kaabi. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas kerja sama energi serta upaya memperkuat hubungan bilateral antara kedua negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....