Iran Tuntut Jaminan Keamanan Kredibel, Mencegah Serangan sebelum Stabilitas Terw
- 28 Apr 2026 16:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menegaskan membutuhkan jaminan keamanan kredibel dari Amerika Serikat dan Israel sebelum stabilitas di kawasan Teluk dapat tercapai, dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang digelar atas inisiatif Bahrain.
- Utusan Iran Amir Saeid Iravani menyatakan bahwa perdamaian hanya dapat terwujud jika ada penghentian agresi secara permanen, jaminan tidak ada serangan ulang, serta penghormatan terhadap kedaulatan Iran.
- Iran juga menuduh AS melakukan blokade laut dan tindakan terhadap kapal dagang, termasuk intimidasi, penyitaan ilegal, dan penahanan awak kapal, serta mengkritik negara lain yang dinilai tidak menyoroti tindakan tersebut.
RRI.CO.ID, Jenewa — Iran menyatakan membutuhkan jaminan keamanan yang kredibel untuk mencegah serangan dari Amerika Serikat dan Israel. Jaminan tersebut dibutuhkan sebelum stabilitas di kawasan Teluk dapat terwujud, dilansir dari Arab News, Selasa, 28 April 2026.
Hal tersebut disampaikan oleh utusan Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sidang Dewan Keamanan. Sidang itu digelar atas inisiatif Bahrain di tengah meningkatnya ketegangan terkait keamanan maritim.
Dalam sidang tersebut, banyak negara mengecam Iran atas dugaan kontrol terhadap Selat Hormuz. Iran menegaskan bahwa stabilitas kawasan hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi secara permanen.
Iran juga menuntut adanya jaminan yang kredibel bahwa serangan tidak akan terulang serta penghormatan penuh terhadap kedaulatan negara tersebut. Utusan Iran, Amir Saeid Iravani, menyampaikan bahwa negaranya menuntut adanya jaminan konkret agar keamanan di kawasan dapat dipastikan.
Ia juga menegaskan bahwa tanpa jaminan tersebut, perdamaian yang berkelanjutan tidak akan tercapai. Usai sidang, Iran mengkritik sikap sejumlah negara yang dinilai hanya menyalahkan Teheran tanpa menyinggung kebijakan Amerika Serikat di kawasan.
“Stabilitas dan keamanan yang berkelanjutan di Teluk Arab dan kawasan yang lebih luas hanya dapat dicapai melalui penghentian agresi terhadap Iran yang permanen dan berkelanjutan, disertai jaminan kredibel bahwa hal tersebut tidak akan terulang serta penghormatan penuh terhadap hak kedaulatan Iran,” kata Iravani dalam sidang tersebut.
Iran menuduh AS melakukan blokade laut dan tindakan yang dianggap mengganggu pelayaran internasional. Teheran menyebut tindakan tersebut mencakup intimidasi terhadap kapal dagang, penyitaan kapal secara ilegal, hingga penahanan awak kapal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....