Kapten Kapal Asal Indonesia Dibajak di Perairan Somalia

  • 27 Apr 2026 00:04 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Seorang kapten kapal tanker asal Indonesia, Ashari Samadikun (33), dilaporkan menjadi korban pembajakan di perairan Somalia.
  • Istri korban, Santi Sanaya (26) menuturkan, komunikasi terakhir berlangsung normal terjadi pada Selasa malam, 21 April 2026, sekitar pukul 19.30 WITA.
  • Ashari mengirimkan voice note yang mengabarkan bahwa kapal yang ia nahkodai diserang bajak laut.

RRI.CO.ID, Gowa - Seorang kapten kapal tanker asal Indonesia, Ashari Samadikun (33), dilaporkan menjadi korban pembajakan di perairan Somalia saat menjalankan tugas pelayaran. Ashari diketahui merupakan nakhoda kapal tanker Honour 25 yang tengah berlayar menuju wilayah tersebut.

Kabar pembajakan pertama kali diterima oleh sang istri, Santi Sanaya (26), melalui pesan suara yang dikirim langsung oleh korban. Santi menuturkan, komunikasi terakhir yang berlangsung normal terjadi pada Selasa malam, 21 April 2026, sekitar pukul 19.30 WITA.

Saat itu, Ashari mengirimkan voice note yang mengabarkan bahwa kapal yang ia nahkodai diserang bajak laut. “Suami saya kirim voice note, bilang kalau kapalnya diserang bajak laut," kata Santi di Makassar, Minggu 26 April 2026.

"Di saat itu juga saya langsung coba hubungi kembali. HP-nya masih aktif, tapi sudah tidak dibalas,” katanya.

Beberapa jam setelah pesan tersebut, komunikasi antara keduanya terputus total. Santi mengaku tidak dapat lagi menghubungi suaminya hingga akhirnya memperoleh kesempatan berkomunikasi kembali melalui video call menggunakan fasilitas dari kapal pada Jumat 24 April 2026, malam.

Dalam percakapan video tersebut, Santi melihat langsung kondisi suaminya yang berada di bawah pengawasan para perompak. Meski tidak disekap secara fisik, Ashari terlihat berada di tengah kelompok pelaku yang membawa senjata.

“Tidak seperti disekap, tapi memang dikelilingi perompak. Senjata juga ada di sekitar mereka. Alhamdulillah kondisi suami saya sehat,” ujarnya.

Hingga kini, keluarga masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait upaya penyelamatan korban dan awak kapal lainnya yang berada di tangan perompak.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....