Iran Kenakan Tarif di Selat Hormuz, Menantang Hukum Internasional
- 25 Apr 2026 14:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Selat Hormuz menjadi pusat kontroversi setelah Iran mulai mengenakan tol kapal, yang dinilai melanggar hukum internasional dan memicu kekhawatiran global.
- Kebijakan ini berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik dengan Amerika Serikat dan sekutunya, serta mengancam stabilitas jalur energi vital yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
- Dampaknya meluas ke sektor ekonomi dan pelayaran, termasuk peningkatan biaya logistik, gangguan rantai pasok, penurunan lalu lintas kapal, serta risiko eskalasi konflik yang lebih besar.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran dilaporkan mulai mengenakan biaya tol terhadap kapal yang melintas di Selat Hormuz. Langkah tersebut dinilai sebagai tantangan langsung terhadap hukum internasional, dilansir dari Gulf News, Sabtu, 25 April 2026.
Kebijakan ini memicu kekhawatiran global karena berpotensi memperburuk ketegangan geopolitik, terutama dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan sekutunya. Menurut laporan, Iran bahkan telah menerima pembayaran pertama dari kapal yang melintasi jalur tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia, sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan ini. Tindakan tersebut dinilai melanggar norma maritim internasional yang diatur dalam Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS).
Aturan tersebut menjamin hak lintas bebas bagi kapal tanpa gangguan. Meski Iran belum meratifikasi perjanjian tersebut, prinsipnya tetap diakui secara luas sebagai hukum kebiasaan internasional.
Para ahli menilai pengenaan tol ini berisiko menciptakan preseden berbahaya, di mana negara lain dapat mengikuti langkah serupa. Hal ini dapat mengganggu perdagangan global, meningkatkan biaya pengiriman, serta memperburuk ketidakpastian dalam rantai pasok internasional.
Di sisi lain, kondisi keamanan di kawasan memburuk dengan meningkatnya insiden terhadap kapal, yang turut menyebabkan penurunan lalu lintas pelayaran. Sejumlah perusahaan bahkan mulai mengalihkan rute pengiriman guna menghindari risiko di kawasan tersebut.
Amerika Serikat telah memperingatkan kemungkinan tindakan terhadap kapal yang mematuhi kebijakan tol Iran, yang berpotensi memperparah eskalasi. Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya berdampak ekonomi, tetapi juga menjadi ujian besar bagi tatanan hukum dan stabilitas global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....