Perang Iran Picu Lonjakan Permintaan Panel Surya di Eropa

  • 24 Apr 2026 13:28 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Permintaan panel surya atap di Eropa melonjak sejak perang Iran, didorong lonjakan harga energi yang membuat rumah tangga beralih ke sumber energi yang lebih murah dan stabil.
  • Perusahaan energi seperti Solarhandel24 dan Enpal mencatat peningkatan penjualan dan pesanan signifikan, seiring tren penggunaan sistem surya lengkap dengan baterai penyimpanan.
  • Meski biaya pemasangan masih tinggi dan industri menghadapi kelebihan produksi global, energi terbarukan semakin dipandang sebagai solusi jangka panjang untuk ketahanan energi Eropa.

RRI.CO.ID, Teheran — Permintaan panel surya atap di Eropa melonjak sejak pecahnya perang Iran. Rumah tangga beralih ke energi surya untuk menekan biaya listrik di tengah lonjakan harga energi global.

Kenaikan harga minyak, gas, dan listrik yang tajam akibat konflik tersebut berdampak luas pada perusahaan dan masyarakat. Hal ini mendorong banyak pihak mencari alternatif energi yang lebih murah dan stabil, dilansir dari Reuters, Jumat, 24 April 2026.

Energi surya menjadi salah satu solusi utama, permintaan dari pemilik rumah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak akhir Februari. Distributor dan perusahaan utilitas di Jerman, Inggris, dan Belanda melaporkan peningkatan signifikan, meskipun sebelumnya pemasangan sempat melambat tahun lalu.

Saat ini, energi surya menyumbang sekitar sepertiga kapasitas listrik Eropa. Namun, pelaku industri menilai kawasan tersebut masih sangat bergantung pada energi impor.

Perang ini dinilai memperlihatkan kelemahan struktural dalam ketahanan energi Eropa. Perusahaan Solarhandel24 mencatat penjualan meningkat lebih dari tiga kali lipat pada Maret.

Perusahaan tersebut berencana menambah tenaga kerja untuk memenuhi lonjakan permintaan. Mereka juga menimbun ratusan ribu panel surya guna mengamankan pasokan.

Tren serupa terjadi pada perusahaan energi Enpal, yang melaporkan peningkatan pesanan signifikan hingga April. Perusahaan tersebut menyebut lonjakan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi Eropa.

Selain itu, pemilik rumah kini semakin memilih sistem lengkap yang dilengkapi baterai penyimpanan. Hal ini memungkinkan energi disimpan untuk digunakan di kemudian hari.

Permintaan terhadap teknologi penyimpanan energi juga meningkat tajam dan tidak semata-mata dipengaruhi faktor musiman. Permintaan pelanggan tercatat hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, didorong pula oleh rencana perubahan regulasi energi di Jerman.

Meski biaya pemasangan sistem surya relatif tinggi bagi rumah tangga, minat tetap meningkat. Lonjakan ini terjadi setelah perlambatan pemasangan pada 2025, namun di sisi lain industri masih menghadapi tantangan kelebihan produksi global.

Meski demikian, krisis energi yang berulang semakin menegaskan pentingnya pengembangan energi terbarukan. Energi terbarukan dinilai sebagai solusi jangka panjang bagi ketahanan energi Eropa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....