Menteri Kanada Haru Tonton Film Kartini, Soroti Pentingnya Pendidikan Perempuan

  • 24 Apr 2026 11:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Lena Metlege Diab menilai film pendek R.A. Kartini menampilkan gagasan Kartini tentang pendidikan dan kesetaraan perempuan
  • Kartini dinilai sebagai simbol perjuangan yang masih relevan dan menginspirasi dunia
  • Duta Besar RI untuk Kanada menegaskan komitmen Indonesia melanjutkan nilai perjuangan Kartini

RRI.CO.ID, Ottawa - Menteri Imigrasi, Pengungsi, dan Kewarganegaraan Kanada Lena Metlege Diab mengaku terharu setelah menonton film tentang R.A. Kartini. Menurutnya, film tersebut menggambarkan pemikiran Kartini yang berani menentang batasan zamannya serta memperjuangkan pendidikan dan kesetaraan perempuan.

Kemudian, Menteri ini mengingat pengalaman pribadinya yang berkaitan dengan pesan perjuangan Kartini tentang pentingnya pendidikan perempuan. Orang tuanya, kata dia, menitipkan amanat agar kelima anak perempuannya dapat menempuh pendidikan setinggi mungkin.

“Surat-surat R.A. Kartini bukan sekadar dokumen sejarah, melainkan jendela pemikiran seorang perempuan muda yang berani menolak batasan zamannya. Melalui gagasan pendidikan, kesetaraan, dan kekuatan pengetahuan, Kartini menunjukkan kemajuan lahir saat berani menantang konvensi serta membuka peluang,” ucapnya dalam keterangan tertulis yang diterima RRI.CO.ID di Jakarta, Jumat, 24 April 2026.

Menteri Lena mengatakan warisan pemikiran Kartini tersebut akan terus hidup dan menginspirasi perempuan di Indonesia serta dunia. Ia mengingatkan bahwa ketika perempuan diberdayakan, itu juga akan mendorong kemajuan masyarakat.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh KBRI Ottawa ini dalam rangka peringatan satu tahun pencatatan surat Kartini dalam UNESCO Memory of the World Register through Culture. Acara dihadiri sekitar 200 tamu dari anggota parlemen, senator, serta korps diplomatik di Ottawa dan Montreal.

Sebelumnya, Duta Besar RI untuk Kanada Muhsin Syihab membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya melanjutkan nilai perjuangan Kartini. Ia menyebut Indonesia memiliki tanggung jawab untuk terus mempromosikan nilai kesetaraan dan pemberdayaan perempuan.

Dalam sambutannya, Muhsin menegaskan bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan melalui peran strategis perempuan di berbagai sektor. “Hari ini Indonesia berdiri sebagai bukti nyata hidup dari visi Kartini,” ujarnya.

Ia menambahkan perempuan Indonesia telah mengisi berbagai jabatan penting, termasuk presiden, menteri, hingga pimpinan lembaga negara. Ke depan, jumlah diplomat perempuan Indonesia diperkirakan terus meningkat seiring tren rekrutmen dalam dua dekade terakhir.

Sebagai informasi, film pendek yang diputar ini merupakan karya staf KBRI Ottawa yang menggambarkan perjuangan Kartini dalam waktu singkat. Film tersebut juga menyoroti kiprah perempuan Indonesia dalam sejarah, termasuk Maria Ulfa Santoso dan Megawati Soekarnoputri.

Rangkaian acara juga turut diisi dengan demo memasak mi goreng khas Indonesia yang melibatkan tamu undangan. Selain itu, penampilan tari Bajidor Kahot khas Jawa Barat oleh staf KBRI Ottawa menambah semarak suasana kegiatan.

Acara kemudian ditutup dengan penampilan gamelan Jawa yang dibawakan oleh staf KBRI Ottawa, termasuk Deputy Chief of Mission, Lefianna Hartati Ferdinandus. Tembang Jaranan dan Gugur Gunung dibawakan dalam penampilan gamelan yang dimainkan oleh para staf tersebut.

Pukulan alat gamelan yang dipandu gendang dan diiringi nyanyian berbahasa Jawa menciptakan suasana khas di lokasi acara. Hadirin juga menikmati sajian kuliner nusantara serta berbagai produk makanan dan minuman Indonesia yang telah tersedia di pasar Kanada.

KBRI Ottawa berharap kegiatan ini dapat memperkuat diplomasi budaya Indonesia di tingkat global. Sebab, Kartini dinilai sebagai simbol penting yang mencerminkan nilai kesetaraan dan kemajuan Indonesia di dunia internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....