Thailand Dorong Myanmar Kembali ke ASEAN
- 23 Apr 2026 15:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow bertemu Presiden Myanmar Min Aung Hlaing untuk membahas kemungkinan kembalinya Myanmar ke ASEAN melalui pendekatan bertahap.
- Thailand mendukung keterlibatan kembali Myanmar di ASEAN, sekaligus mendorong perdamaian, kerja sama perbatasan, serta bantuan kemanusiaan bersama ASEAN dan organisasi internasional.
- Sihasak menyerukan deeskalasi konflik dan gencatan senjata, di tengah upaya Myanmar menjalani reformasi politik dan langkah pengampunan sejumlah tokoh.
RRI.CO.ID, Naypyidaw — Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow bertemu dengan Presiden Myanmar Min Aung Hlaing dalam kunjungannya ke Naypyidaw. Dalam pertemuan pada Rabu, 22 April 2026 tersebut, keduanya membahas kemungkinan kembalinya Myanmar ke ASEAN, dilansir dari Anadolu.
Sihasak menyampaikan bahwa Thailand mendukung langkah Myanmar untuk kembali berpartisipasi penuh di ASEAN melalui pendekatan bertahap. Ia juga mendesak pemerintah Myanmar untuk merespons berbagai kekhawatiran yang selama ini disampaikan oleh negara-negara anggota ASEAN.
Kunjungan tersebut memiliki tiga tujuan utama. Tujuannya adalah mendorong upaya perdamaian, memperkuat kerja sama di wilayah perbatasan, serta meningkatkan kembali keterlibatan regional Myanmar.
Selain itu, Sihasak menyambut langkah pengampunan terhadap sejumlah tokoh politik di Myanmar. Ia berharap kebijakan tersebut dapat terus berlanjut guna mendukung proses rekonsiliasi nasional.
Pemerintah Myanmar sebelumnya mengubah seluruh hukuman mati menjadi penjara seumur hidup. Kebijakan ini juga mencakup Aung San Suu Kyi yang kini menjalani hukuman 27 tahun penjara.
Di sisi lain, Thailand juga tengah menjajaki upaya untuk memperluas bantuan kemanusiaan. Upaya ini dilakukan bersama ASEAN dan organisasi internasional bagi masyarakat terdampak di Myanmar.
Sihasak turut menyerukan penahanan diri dan deeskalasi konflik, termasuk pengurangan penggunaan kekuatan di sepanjang perbatasan. Ia juga mendorong penerapan gencatan senjata penuh menyusul insiden jatuhnya bom dari pesawat tempur Myanmar di wilayah Thailand.
Langkah ini diharapkan dapat membuka jalan bagi stabilitas kawasan. Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan dapat mempercepat kembalinya Myanmar ke panggung regional melalui ASEAN.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....