Tiongkok Komit Atasi Krisis Myanmar Bersama ASEAN
- 29 Mar 2026 20:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Tiongkok memastikan komitmennya dalam mengatasi krisis di Myanmar bersama ASEAN.
- Wang mengungkapkan, Tiongkok akan terus berhubungan dengan seluruh pihak di Myanmar, untuk membujuk mereka untuk tetap menahan diri.
- Para Menlu ASEAN sepakat menegaskan kembali komitmen memajukan implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) dalam penyelesaian konflik di Myanmar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Tiongkok memastikan komitmennya dalam mengatasi krisis di Myanmar bersama ASEAN. Komitmen itu disampaikan Duta Besar Tiongkok untuk ASEAN, Wang Qing dalam media salon, Kamis, 26 Maret di Jakarta.
Wang menyebut, krisis di Myanmar telah mendorong mitra dialog seperti Tiongkok dan Rusia untuk mengambil sejumlah langkah guna mendorong ASEAN. Yaitu, agar pemerintah Myanmar mengambil beberapa langkah untuk memperkuat rekonsiliasi di Myanmar.
“Saya pikir cara kita memiliki pengaruh di Myanmar adalah melalui komunikasi. Hanya melalui komunikasi, kita dapat, Anda tahu, memberi tahu mereka apa kekhawatiran kita, apa aspirasi kita, apa harapan kita,” ujar Wang menambahkan.
Wang mengungkapkan, Tiongkok akan terus berhubungan dengan seluruh pihak di Myanmar, untuk membujuk mereka untuk tetap menahan diri. “Dan, memberikan kontribusi untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran negara ini,” ucapnya menekankan.
“Jadi, kami akan terus melakukan pekerjaan kami. Saya pikir kami juga dapat bekerja sama dengan ASEAN.”
Dubes Wang turut menyoroti pertemuan para Menlu ASEAN di Cebu awal Januari lalu, yang turut membahas mengenai krisis di Myanmar. Termasuk, membahas mengenai implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) di Myanmar.
“Saya pikir mungkin sekarang negara-negara ASEAN masih terpecah tentang bagaimana, melihat hasil pemilihan, bagaimana memperlakukan pemerintah baru. Tetapi saya pikir kita harus memanfaatkan kesempatan untuk memberikan pengaruh dan dorongan,” kata Dubes Wang menjelaskan.
“Mereka akan terus berupaya menuju rekonsiliasi dan membantu mereka kembali ke keluarga ASEAN.”
Sebelumnya, para Menlu ASEAN sepakat menegaskan kembali komitmen memajukan implementasi Konsensus Lima Poin (5PC) dalam penyelesaian konflik di Myanmar. Kata Menlu Filipina Maria Teresa Lazaro dalam konferensi pers usai pembukaan Retret Menlu ASEAN, Kamis, 29 Januari 2026 di Cebu, Filipina.
Para Menlu ASEAN turut menekankan komitmen dan peran ASEAN untuk membantu Myanmar dalam merencanakan masa depannya dan solusi damai serta berkelanjutan. Kemudian, menegaskan kembali bahwa Myanmar tetap menjadi bagian integral dari ASEAN.
Sementara, Lazaro mengungkapkan ia telah berkunjung ke Ibu Kota Naypyidaw pada 5 – 7 Januari 2026 dengan kapasitasnya sebagai Utusan Khusus dan bertemu pemangku kepentingan. Lazaro menyebut, kunjungan Utusan Khusus ke Myanmar itu merupakan salah satu yang diamanahkan dalam konsensus lima poin.
Melansir laman Kemlu Filipina disebutkan Menlu Lazaro dalam kunjungannya ke Naypyidaw mengadakan diskusi dengan Jenderal Senior Min Aung Hlaing. Jendral Min merupakan Ketua Komisi Keamanan dan Perdamaian Negara Myanmar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....