Inggris Setujui RUU Larangan Pembelian Tembakau bagi Generasi Muda
- 23 Apr 2026 13:19 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Parlemen Inggris menyetujui RUU yang melarang generasi muda, khususnya yang lahir setelah 2008, membeli tembakau seumur hidup sebagai langkah menuju generasi bebas rokok.
- Pemerintah akan memperketat regulasi tembakau, vape, dan nikotin, termasuk pelarangan iklan untuk anak-anak serta pembatasan penggunaan vape di ruang publik tertentu.
- Kebijakan ini dinilai sebagai langkah besar kesehatan publik, mengingat merokok menyebabkan ratusan ribu rawat inap dan puluhan ribu kematian tiap tahun di Inggris.
RRI.CO.ID, London — Parlemen Inggris menyetujui rancangan undang-undang yang melarang pembelian tembakau bagi generasi muda, khususnya mereka yang lahir setelah 2008. Individu yang saat ini berusia 17 tahun atau lebih muda tidak bisa membeli produk tembakau sepanjang hidup mereka.
Melansir dari Al Jazeera, Kamis, 23 April 2026, hal ini merupakan bagian dari upaya menciptakan generasi bebas rokok. RUU ini diperkenalkan pada 2024 oleh Menteri Kesehatan dan Perawatan Sosial, Wes Streeting.
Tujuannya untuk melindungi kesehatan publik dan mengurangi dampak buruk dari merokok. Ia menyebut kebijakan ini sebagai momen bersejarah dan menekankan bahwa pencegahan lebih baik daripada pengobatan.
Pemerintah meyakini langkah ini akan menyelamatkan banyak nyawa sekaligus mengurangi tekanan terhadap sistem kesehatan nasional (NHS). Setelah mendapatkan persetujuan kerajaan, RUU ini akan resmi menjadi undang-undang.
Pemerintah akan memperoleh kewenangan baru untuk mengatur produk tembakau, vape, dan nikotin, termasuk dari segi rasa dan kemasan. Selain itu, iklan produk nikotin kepada anak-anak juga akan dilarang.
Pemerintah juga akan memperluas zona bebas asap rokok. Caranya dengan melarang penggunaan vape di taman bermain, mobil yang membawa anak-anak, serta di sekitar sekolah dan rumah sakit.
Kebijakan ini disebut sebagai salah satu intervensi kesehatan publik terbesar dalam satu generasi. Data menunjukkan bahwa merokok menyebabkan sekitar 400.000 kasus rawat inap setiap tahun di Inggris.
Selain itu, merokok juga menyebabkan sekitar 64.000 kematian setiap tahun. Kebiasaan ini membebani NHS hingga miliaran pound sterling untuk pengobatan penyakit terkait tembakau.
Meski mendapat kritik dari sejumlah pihak politik, kebijakan ini tetap berjalan. Kebijakan tersebut mendapat dukungan luas dari organisasi kesehatan yang menilai dampaknya akan besar bagi kesehatan masyarakat di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....