Inggris dan Prancis Gelar Pembicaraan Internasional untuk Amankan Selat Hormuz
- 22 Apr 2026 15:01 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Inggris dan Prancis memimpin pembicaraan internasional yang melibatkan lebih dari 30 negara untuk menyusun misi menjaga Selat Hormuz tetap terbuka pascaperang Iran.
- Penutupan Selat Hormuz telah memicu lonjakan harga energi dan mengganggu ekonomi global akibat konflik AS dan Israel dengan Iran.
- Pembicaraan lanjutan dari Keir Starmer dan Emmanuel Macron ini menekankan pentingnya kebebasan navigasi, sementara dampak krisis mulai dirasakan masyarakat Inggris melalui kenaikan biaya bahan bakar.
RRI.CO.ID, London — Inggris menjadi tuan rumah pembicaraan internasional terkait upaya menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Pembicaraan tersebut melibatkan perencana militer dari lebih dari 30 negara, dilansir dari The Independent, Rabu, 22 April 2026.
Pertemuan yang berlangsung di London selama dua hari ini dipimpin oleh Inggris dan Prancis. Pertemuan ini digelar dengan tujuan untuk menyusun misi bersama setelah perang Iran berakhir.
Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Penutupannya telah menimbulkan dampak besar terhadap ekonomi global dan memicu lonjakan harga energi.
Kondisi ini terjadi setelah konflik yang dipicu serangan Amerika Serikat dan Israel pada Februari. Konflik tersebut menyebabkan gangguan serius pada jalur perdagangan energi.
Pembicaraan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Prancis Emmanuel Macron pekan lalu. Kedua negara berupaya membentuk misi pertahanan bersama untuk memastikan keamanan jalur pelayaran internasional.
Menteri Pertahanan Inggris John Healey menekankan kebebasan navigasi sangat penting bagi perdagangan internasional, keamanan energi, dan stabilitas ekonomi global. Ia menyatakan optimisme bahwa pembicaraan ini dapat menghasilkan kemajuan nyata dalam waktu dekat.
Di sisi lain, lonjakan harga bahan bakar akibat krisis ini telah berdampak langsung pada masyarakat Inggris. Banyak warga mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, sementara sebagian lainnya mengubah pola kerja untuk menekan biaya, termasuk bekerja dari rumah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....