Organisasi Maritim Internasional Siapkan Rencana Evakuasi 800 Kapal
- 22 Apr 2026 15:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IMO menyiapkan rencana evakuasi sekitar 800 kapal yang terjebak di Selat Hormuz akibat konflik Iran, dengan fokus utama pada keselamatan awak kapal.
- Evakuasi hanya akan dilakukan jika situasi telah aman, termasuk adanya deeskalasi, tidak ada ancaman serangan, dan wilayah bebas dari ranjau laut, menurut Arsenio Dominguez.
- Blokade AS dan meningkatnya ancaman di kawasan membuat lalu lintas kapal menurun drastis, sementara gencatan senjata yang segera berakhir menambah ketidakpastian situasi.
RRI.CO.ID, London — Organisasi Maritim Internasional (IMO) tengah menyiapkan rencana evakuasi bagi ratusan kapal yang terjebak di kawasan Selat Hormuz. Sekitar 800 kapal dilaporkan masih tertahan di Teluk Arab sejak konflik yang terjadi di Iran.
Melansir dari Al Arabiya, Rabu, 22 April 2026, Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez menyatakan rencana evakuasi belum dapat segera dilaksanakan. Menurutnya, langkah tersebut hanya bisa dijalankan jika terdapat tanda-tanda deeskalasi yang jelas.
Hal ini mencakup jaminan tidak adanya ancaman terhadap kapal serta wilayah yang bebas dari bahaya seperti ranjau laut. Sejak pecahnya konflik, lalu lintas kapal di Selat Hormuz menurun drastis akibat meningkatnya ancaman serangan.
“Untuk dapat melakukan apa pun, kami harus memastikan konflik telah berakhir, tidak ada ancaman terhadap kapal, dan wilayah tersebut bebas dari bahaya, termasuk ranjau,” ujar Dominguez.
Kondisi ini membuat banyak pemilik kapal enggan melintas. Meski demikian, Iran masih mengizinkan sebagian kapal keluar melalui rute tertentu, bahkan dalam beberapa kasus dengan meminta pembayaran.
Situasi semakin memburuk setelah Amerika Serikat memberlakukan blokade terhadap selat tersebut untuk menekan pendapatan Iran. Di sisi lain, gencatan senjata yang berlangsung selama dua minggu dijadwalkan segera berakhir, sehingga menambah ketidakpastian di kawasan.
Dalam rencana yang tengah disusun, IMO akan mengatur urutan keberangkatan kapal berdasarkan sejumlah faktor, termasuk lamanya awak kapal terjebak. Proses evakuasi nantinya akan menggunakan jalur pelayaran resmi yang dikenal sebagai Traffic Separation Scheme.
IMO menegaskan bahwa rencana ini difokuskan pada keselamatan awak kapal. Evakuasi tersebut bersifat kemanusiaan, dengan tujuan utama melindungi para pelaut yang masih berada di wilayah konflik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....