Selat Hormuz Ditutup Kembali, Harga Minyak Mentah Naik Lebih dari Tujuh Persen

  • 20 Apr 2026 11:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Harga minyak mentah dunia melonjak lebih dari tujuh persen akibat ditutupnya kembali Selat Hormuz oleh Iran.
  • Penutupan kembali Selat Hormuz disebabkan memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang sama-sama saling serang.
  • Melonjaknya harga minyak mentah diiringi dengan sentimen pasar yang juga terpengaruh cukup dalam oleh peningkatan ketidakpastian geopolitik dunia.

RRI.CO.ID, Jakarta – Harga minyak dunia melonjak lebih dari tujuh persen pada Senin 20 April 2026. Ini menyusul penutupan kembali Selat Hormuz oleh Iran akibat konflik dengan Amerika Serikat (AS) yang memanas lagi.

Informasi penutupan muncul setelah kapal-kapal yang melintas menerima pesan radio dari Angkatan Laut Iran. Mereka menyatakan bahwa selat tersebut kembali ditutup dan tidak dapat dilalui oleh kapal dari negara mana pun.

“Perhatian seluruh kapal, terkait kegagalan pemerintah AS memenuhi komitmennya, Iran menyatakan Selat Hormuz kembali ditutup sepenuhnya,” ujar instruksi radio yang dikutip Reuters, Senin, 20 April 2026.

“Tidak ada kapal jenis apa pun atau dari negara mana pun yang diizinkan melintas di Selat Hormuz,” kata peringatan tersebut. Pernyataan ini jelas menimbulkan kekhawatiran kembali di kalangan pelaku pasar.

Harga minyak Brent naik USD6,56 dollar atau 7,26 persen menjadi USD96,94 per barrel. Sementara harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik USD6,07 menjadi USD89,92 per barrel.

Melonjaknya harga minyak ini dikarenakan AS dan Iran saling tuding terkait pelanggaran gencatan senjata. Kedua negara saling serang dengan menembak kapal yang berujung pada penutupan kembali Selat Hormuz.

Hal itu mengakibatkan pasar kembali khawatir terhadap pasokan energi global. Terlebih, Selat Hormuz merupakan salah satu rute inti pengiriman minyak dan gas dunia.

Bahkan, sentimen pasar juga sangat terpengaruh oleh meningkatnya ketidakpastian geopolitik dunia. Termasuk penolakan Iran terhadap negosiasi damai baru dengan AS.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya menyatakan akan mengirim utusan untuk kembali bernegosiasi. Namun dia juga mengancam akan melancarkan serangan baru jika Teheran tidak memenuhi tuntutan Washington.

Ketegangan meningkat setelah AS dilaporkan menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Akibatnya, situasi menjadi semakin keruh di kawasan tersebut.

Sebenarnya pada pekan lalu pasar sempat optimistis setelah Iran membuka kembali Selat Hormuz. Harga minyak turun hingga 9 persen karena pasar berharap konflik yang telah berlangsung tujuh minggu itu segera berakhir.

Namun, kondisi berubah cepat setelah selat kembali ditutup. Bahkan, perubahan kondisi terasa sekitar 12 jam setelah dibuka.

Ditutupnya Selat Hormuz sebagai jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia tersebut membuat kepanikan. Pelaku pasar kembali bersikap hati-hati terhadap risiko gangguan pasokan energi global

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....