IPU Didorong Ambil Aksi Nyata Hentikan Konflik Timur Tengah

  • 20 Apr 2026 18:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Delegasi Indonesia mendesak aksi nyata global menghentikan konflik Timur Tengah
  • Seruan disampaikan dalam Sidang Parlemen Dunia Inter-Parliamentary Union (IPU) di Istanbul, Turki
  • Dr Jazuli Juwaini hadir sebagai Utusan Tetap IPU untuk Urusan Timur Tengah dari Parlemen Republik Indonesia

RRI.CO.ID, Istanbul - Delegasi Indonesia mendesak aksi nyata global menghentikan konflik Timur Tengah. Seruan disampaikan dalam Sidang Parlemen Dunia Inter-Parliamentary Union (IPU) di Istanbul, Turki.

Dr Jazuli Juwaini hadir sebagai Utusan Tetap IPU untuk Urusan Timur Tengah dari Parlemen Republik Indonesia. Ia membawa misi diplomasi kemanusiaan di tengah eskalasi konflik kawasan.

“Konflik Timur Tengah bukan lagi lokal, tetapi krisis regional yang meluas,” kata Jazuli, Senin, 20 April 2026. Ia menilai akar konflik berasal dari agresi Israel terhadap Palestina.

Menurutnya, konflik terus berulang selama penjajahan terhadap Palestina belum dihentikan. Kemerdekaan Palestina disebut sebagai kunci utama stabilitas kawasan.

Jazuli juga menyoroti eskalasi konflik antara Israel dan Iran. Ketegangan tersebut dinilai memperburuk situasi keamanan regional.

Dampak konflik meluas hingga negara-negara Teluk dan kawasan sekitarnya. Ancaman tidak hanya pada keamanan, tetapi juga ekonomi dan energi.

Jalur perdagangan strategis terganggu akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Risiko perang terbuka dinilai semakin nyata dan mengkhawatirkan.

Ia menegaskan pendekatan militer tidak akan menyelesaikan konflik. Sebaliknya, justru memperbesar penderitaan manusia di kawasan.

Korban jiwa, pengungsi, dan kerusakan infrastruktur terus meningkat. Kondisi ini disebut sebagai tragedi kemanusiaan yang tidak boleh diabaikan.

Jazuli mendesak Inter-Parliamentary Union (IPU) mengambil langkah konkret dan terkoordinasi secara global. IPU diminta tidak hanya berhenti pada pernyataan dan kecaman.

Ia mendorong semua pihak kembali ke meja perundingan. Kepatuhan terhadap hukum internasional harus ditegakkan tanpa standar ganda.

Jazuli menegaskan Indonesia konsisten mendukung kemerdekaan Palestina. Sikap tersebut merupakan amanat konstitusi dan tanggung jawab kemanusiaan.

Indonesia akan terus aktif dalam diplomasi perdamaian internasional. Langkah ini menjadi bagian dari sejarah dan komitmen bangsa.

“Ini bukan sekadar konflik geopolitik, tetapi tragedi kemanusiaan,” ujarnya. Ia menyerukan penghentian agresi dan penguatan keadilan bagi Palestina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....