Pakistan: Lebanon Termasuk dalam Gencatan Senjata AS-Iran
- 08 Apr 2026 22:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat, Iran, dan sekutunya yang berlaku “di mana saja,” termasuk Lebanon.
- Pakistan memediasi gencatan senjata dan berperan sebagai saluran komunikasi antara Teheran dan Washington, memanfaatkan hubungan dekat dengan Presiden Trump dan sensitivitas terhadap situasi di Iran.
- Israel membantah bahwa Lebanon termasuk dalam kesepakatan.
RRI.CO.ID, Islamabad — Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan gencatan senjata antara Amerika Serikat, Iran, dan sekutunya, Rabu, 8 April 2026. Ia juga menambahkan bahwa gencatan senjata tersebut berlaku “di mana saja,” termasuk Lebanon, dilansir dari CNA.
Pernyataan ini disampaikan melalui akun X resmi Sharif setelah pemerintah Pakistan memediasi upaya menghentikan beberapa minggu pertempuran di kawasan. Sharif menegaskan gencatan senjata ini efektif segera dan menyebut akan menyambut AS dan Iran pada Jumat, 10 April 2026.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk melakukan pembicaraan guna mencapai kesepakatan yang konklusif. Ia berharap pembicaraan ini dapat menghasilkan perdamaian berkelanjutan dan menyatakan harapan untuk membagikan kabar baik dalam beberapa hari ke depan.
Baik Teheran maupun Washington telah menyepakati gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan tersebut diumumkan hampir satu jam sebelum tenggat ancaman serangan Presiden AS Donald Trump berakhir.
Pakistan memainkan peran penting sebagai saluran komunikasi antara Teheran dan Washington. Hal tersebut mengingat hubungan dekat negara ini dengan Trump dan sensitivitas terhadap perkembangan di Iran.
Namun, Israel membantah pernyataan Sharif terkait Lebanon. Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa gencatan senjata dua minggu tersebut “tidak mencakup Lebanon.”
Para pengamat menilai Pakistan memainkan peran penting dalam memediasi kesepakatan ini. Selain itu, Pakistan juga menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas regional dan mendorong penyelesaian diplomatik konflik yang kompleks.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....