Pertamina Upayakan Pembebasan Dua Kapal Tanker yang Tertahan di Teluk Persia
- 16 Apr 2026 17:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pertamina masih terus mengupayakan pembebasan dua kapal tanker miliknya yang tertahan di Teluk Persia. Ini akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
- Pertamina menyampaikan apresiasi kepada Kemlu RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran serta berbagai pihak yang telah membantu proses pembebasan dua kapal tanker Pertamina,
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Pertamina (Persero) terus mengupayakan pembebasan dua kapal tanker miliknya yang tertahan di Teluk Persia. Ini akibat konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang berdampak pada penutupan Selat Hormuz.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero) Arya Dwi Paramita mengatakan, perusahaan masih berkoordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan. Termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.
“Masih dengan posisi yang sama, kami terus berkoordinasi dan konsultasi dengan pemangku kepentingan terkait. Termasuk Kementerian Luar Negeri,” ujar Arya di sela acara Sustainability Champions di Jakarta, Kamis 16 April 2026.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Kemlu RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran. Serta berbagai pihak yang telah membantu proses pembebasan dua kapal tanker Pertamina, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro.
Pemerintah Pantau Situasi Selat Hormuz
Pertamina menegaskan terus memantau perkembangan situasi di Selat Hormuz, yang saat ini sangat dinamis. Ini akibat ketegangan geopolitik di kawasan.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menambahkan, perusahaan terus menjaga komunikasi. Termasuk dengan kru di kapal untuk memastikan keselamatan awak.
Selain berkoordinasi dengan Kemlu, Pertamina melalui Pertamina International Shipping juga berkomunikasi dengan pihak asuransi dan berbagai pihak terkait lainnya. “Apabila situasi sudah memungkinkan, kapal tersebut diharapkan bisa segera melewati Selat Hormuz,” kata Baron.
Diketahui, dua kapal tanker Pertamina dilaporkan tertahan sejak awal Maret 2026. Hingga kini belum ada kepastian kapan keduanya dapat keluar dari kawasan tersebut.
Pemerintah Indonesia menyatakan Pemerintah Iran telah merespons positif permintaan agar kapal dapat melintas dengan aman. Namun, proses teknis dan operasional masih terus berjalan melalui perwakilan RI di Tehran.
Berdasarkan data situs pelacak kapal VesselFinder, hingga Sabtu sore kedua kapal masih berada di wilayah Teluk Persia. Kapal Pertamina Pride terdeteksi di lepas pantai Al Jubail, Arab Saudi, sedangkan Gamsunoro berada di lepas pantai Dubai, Uni Emirat Arab.
Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi menyampaikan kapal-kapal yang tertahan masih harus melalui tahap negosiasi dengan otoritas Iran. Mengingat ketegangan kawasan belum mereda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....