Iran Peringatkan Blokade AS Ancam Gencatan Senjata

  • 16 Apr 2026 13:41 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran memperingatkan blokade AS di Selat Hormuz dapat melanggar gencatan senjata dan mengancam stabilitas kawasan.
  • Teheran mengancam menghentikan seluruh perdagangan di Teluk jika AS terus memblokir kapal-kapal Iran.
  • AS tetap melanjutkan blokade selama gencatan senjata, sementara peluang perundingan baru dengan mediasi Pakistan mulai dibahas.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran memperingatkan bahwa blokade Amerika Serikat di Selat Hormuz dapat mengancam kelangsungan gencatan senjata yang tengah berlangsung. Teheran bahkan menyatakan akan menghentikan seluruh aktivitas perdagangan di kawasan Teluk, dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 16 April 2026.

Langkah tersebut akan diambil jika Washington terus memblokir kapal-kapal Iran dan melanjutkan tindakan yang dinilai ilegal tersebut. Peringatan ini disampaikan oleh Mayor Jenderal Ali Abdollahi dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Abdollahi menilai langkah AS berpotensi menjadi pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata. Ia menegaskan bahwa Iran tidak akan mengizinkan aktivitas ekspor dan impor berlangsung di wilayah strategis.

“Jika AS berupaya melanjutkan tindakan ilegalnya dengan memberlakukan blokade laut di kawasan tersebut serta menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran, maka tindakan ini akan menjadi awal pelanggaran gencatan senjata,” katanya.

Wilayah tersebut seperti Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah jika tekanan terus berlanjut. Di sisi lain, Amerika Serikat menyatakan bahwa blokade tersebut telah berhasil menghentikan perdagangan laut Iran.

Amerika Serikat juga menambahkan bahwa blokade akan tetap diberlakukan selama masa gencatan senjata dua minggu. Presiden AS Donald Trump menyebut konflik yang berlangsung hampir berakhir dan mengisyaratkan kemungkinan perundingan lanjutan dengan Iran.

Wakil Presiden JD Vance disebut akan memimpin delegasi AS, sementara Pakistan turut berperan sebagai mediator. Iran menyatakan bahwa tujuan utama perundingan adalah mengakhiri perang secara menyeluruh serta memastikan hak-haknya terpenuhi, termasuk pencabutan sanksi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....