Pakistan Terapkan Pemadaman Listrik Demi Kendalikan Harga Energi
- 16 Apr 2026 13:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakistan menerapkan pemadaman listrik sekitar dua jam saat jam puncak untuk menekan harga energi di tengah tekanan global.
- Kebijakan ini dipicu meningkatnya permintaan listrik, penurunan produksi tenaga air, serta mahalnya bahan bakar pembangkit.
- Konflik Timur Tengah yang mengganggu pasokan melalui Selat Hormuz turut memperburuk kondisi, meski Karachi dan Hyderabad dikecualikan dari pemadaman.
RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan mengumumkan kebijakan pemadaman listrik sebagai upaya mengendalikan harga energi di tengah tekanan global. Kebijakan ini diberlakukan pada waktu penggunaan puncak dengan durasi sekitar dua jam setiap malam.
Melansir dari The Star, hal tersebut disampaikan pemerintah melalui kementerian energi pada Selasa, 14 April 2026. Pemadaman dijadwalkan berlangsung antara pukul 17.00 hingga 01.00 dengan total durasi sekitar dua jam lima belas menit.
Kebijakan ini diterapkan di sebagian besar wilayah Pakistan. Langkah ini diambil karena permintaan listrik meningkat pada malam hari, sementara produksi listrik tenaga air menurun.
Hal tersebut memaksa penggunaan pembangkit berbahan bakar mahal untuk menutup kekurangan pasokan. Pemadaman listrik akan dilakukan secara bergilir dan tidak terjadi secara serentak di seluruh wilayah.
Kota Karachi merupakan kota terbesar dengan lebih dari 20 juta penduduk, serta Hyderabad juga dikecualikan dari kebijakan ini. Keduanya tidak terdampak karena memiliki akses terhadap pembangkit listrik berbiaya lebih rendah.
Kebijakan ini juga dipengaruhi oleh kondisi global, terutama konflik di Timur Tengah. Konflik tersebut dipicu oleh serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari.
Konflik tersebut mengganggu pasokan energi melalui Selat Hormuz. Selat tersebut merupakan jalur penting yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia, yang sebagian besar menuju Asia.
Pakistan sangat bergantung pada jalur tersebut sehingga turut terdampak. Meski demikian, negara tersebut masih dapat mengamankan sebagian pengiriman energi.
Namun, lonjakan harga global membuat biaya energi meningkat. Pemerintah berharap kebijakan pemadaman ini dapat menekan penggunaan bahan bakar mahal dan mencegah kenaikan tarif listrik secara signifikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....