Iran Bantah Serang Negara -negara Teluk selama Gencatan Senjata

  • 11 Apr 2026 00:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran membantah telah meluncurkan rudal maupun drone ke negara-negara Teluk sejak gencatan senjata dengan Amerika Serikat mulai berlaku.
  • Teheran juga menolak laporan media yang menyebut adanya serangan baru terhadap fasilitas di sejumlah negara kawasan tersebut, Jumat 10 April 2026 dini hari.

RRI.CO.ID, Istanbul - Iran membantah telah menyerang ke negara-negara Teluk sejak gencatan senjata dengan Amerika Serikat berlaku. Teheran juga menolak laporan media adanya serangan ke negara kawasan tersebut, Jumat 10 April 2026.

Pernyataan itu disampaikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melalui kantor berita semi-resmi Fars. IRGC menegaskan angkatan bersenjata Iran tidak menyerang negara mana pun selama masa gencatan senjata.

“Iran tidak meluncurkan apa pun ke negara mana pun, selama gencatan senjata,” kata IRGC dikutip Jumat 10 April 2026. IRGC menambahkan, jika serangan benar terjadi, maka tindakan itu sebagai ulah “musuh Zionis” atau Amerika Serikat.

Teheran menegaskan setiap operasi militer yang dilakukan pasukannya akan diumumkan secara terbuka. “Setiap tindakan yang tidak tercantum dalam pernyataan resmi Iran, tidak ada kaitannya dengan kami,” ujar IRGC.

Gencatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat diumumkan pada Selasa (7/4) dengan mediator Pakistan. Kesepakatan ini berlaku selama dua pekan sebagai langkah awal menuju potensi perjanjian yang lebih luas.

Sebelumnya Amerika Serikat mengumumkan telah menerima 10 poin usulan damai damai dari Iran. Dari sepuluh usulan itu mencakup penguasaan selat Hormuz oleh Iran.

Perang ini dilaporkan telah menimbulkan ribuan korban jiwa terutama perempuan dan anak-anak di Iran. Korban juga termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Pemerintah Teheran dan Islamabad menyatakan gencatan senjata tersebut juga mencakup Lebanon serta wilayah yang berkaitan dengan kepentingan Washington, D.C. Namun, Tel Aviv membantah klaim tersebut.

Israel terus menyerang Lebanon selatan selama masa gencatatan senjata antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam serangan itu lebih dari dua ratus orang tewas di Lebanon.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....