Gencatan Senjata AS-Iran, Peluang Jaga Energi Nasional
- 10 Apr 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gencatan senjata Amerika Serikat dan Iran menjadi peluang strategis bagi Indonesia untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
- Pemerintah diminta segera memanfaatkan momentum gencatan senjata dengan mempercepat diplomasi, distribusi, dan penguatan ketahanan energi dalam negeri.
RRI.CO.ID, Jakarta – Momentum gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan energi dunia. Hal ini ditegaskan Pakar Ketahanan Energi Universitas Indonesia, Ali Ahmudi.
“Kita patut berbahagia karena akhirnya ada gencatan senjata. Karena perang hanya membawa banyak kerugian,” ujar Ali, saat berbincang bersama Pro 3 RRI, Kamis, 9 April 2026.
Ia menambahkan, perdamaian akan membuka peluang pemulihan distribusi energi secara global. Pasalnya jika gencatan senjata disepakati kedua pihak, Iran akan membuka Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis bagi pasokan minyak dunia.
Ali menjelaskan bahwa sekitar seperempat kebutuhan energi dunia berasal dari kawasan Teluk. Distribusi energi tersebut, lanjutnya, sangat bergantung pada jalur strategis Selat Hormuz.
Menurutnya, gangguan di kawasan tersebut berdampak langsung terhadap pasokan energi global. Kondisi itu telah dirasakan berbagai negara selama konflik berlangsung sebulan terakhir.
“Dengan peluang dibukanya Selat Hormuz, pasokan energi bisa kembali lancar, termasuk ke Indonesia,” katanya. Ia menyebut dua kapal tanker Indonesia yang saat ini masih tertahan di Selat Hormuz, berpotensi kembali beroperasi.
Namun, Ali mengingatkan bahwa gencatan senjata hanya berlangsung dua pekan. Waktu tersebut dinilai sangat terbatas untuk mobilisasi kapal keluar dari kawasan.
Ia menekankan pemerintah harus bergerak cepat mengamankan pasokan energi nasional. Menurutnya, langkah diplomasi juga perlu terus diperkuat.
Selain itu, pemerintah diminta meningkatkan sumber cadangan energi di dalam negeri. “Kita tingkatkan usaha untuk eksplorasi dan eksploitasi (migas) dalam negeri, karena kita punya wilayah luas dan ada potensi yang besar,” ujarnya.
Hal ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan impor energi. “Kita harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat ketahanan energi nasional secara menyeluruh,” ujar Ali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....