Iran Umumkan Rute Alternatif Selat Hormuz yang Aman

  • 09 Apr 2026 15:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran menetapkan dua rute alternatif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz karena risiko ranjau laut, dengan tujuan meningkatkan keselamatan pelayaran selama gencatan senjata dua minggu.
  • Dua kapal pertama melintas sejak gencatan senjata, sementara pelayaran melalui selat dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran.
  • Sekitar 800 kapal masih terjebak di Teluk akibat pembatasan sejak 28 Februari; hanya 307 pelayaran tercatat antara 1 Maret–7 April, turun 95 persen dibanding masa damai.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran pada Kamis, 9 April 2026 mengumumkan dua rute alternatif bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Jalur tersebut diumumkan dengan alasan adanya risiko ranjau laut di sebagian jalur utama perairan tersebut, dilansir dari Xinhua dan AFP.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyarankan kapal menggunakan jalur alternatif guna meningkatkan keselamatan pelayaran dan menghindari potensi bahaya. Langkah ini diambil setelah Teheran setuju membuka kembali selat tersebut secara sementara dalam masa gencatan senjata dua minggu.

“Semua kapal yang berniat melintasi Selat Hormuz disarankan mengambil rute alternatif untuk memastikan keselamatan pelayaran dan menghindari potensi bahaya ranjau laut,” kata IRGC dalam pernyataan yang dikutip media lokal.

Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak penting dunia yang biasanya dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global. Dua kapal pertama dilaporkan melintas sejak gencatan senjata diberlakukan pada Rabu, 8 April 2026.

Pemantau maritim MarineTraffic melaporkan bahwa kapal kargo curah milik Yunani, NJ Earth, melewati jalur tersebut setelah berangkat dari Bandar Abbas. Kapal berbendera Liberia, Daytona Beach, juga melintas melalui jalur yang sama.

Iran kemudian mengeluarkan instruksi tambahan yang mencakup rute masuk dan keluar alternatif untuk kapal yang akan melintas. Amerika Serikat dan Iran sebelumnya menyepakati gencatan senjata dua minggu.

Selama gencatan senjata, pelayaran melalui selat dimungkinkan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran. Sementara itu, sejumlah pemilik kapal dan penyewa mulai bersiap memindahkan armada mereka yang tertahan di kawasan Teluk.

Jurnal pelayaran Lloyd's List memperkirakan sekitar 800 kapal masih terjebak di wilayah tersebut. Pembatasan akses telah diberlakukan Iran sejak 28 Februari sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel.

Data dari Kpler menunjukkan hanya 307 pelayaran kapal pengangkut komoditas terjadi antara 1 Maret hingga 7 April. Angka btersebut menunjukkan penurunan sekitar 95 persen dibandingkan lalu lintas masa damai.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....