Selat Hormuz Akan Dibuka Dua Minggu Selama Gencatan Senjata

  • 08 Apr 2026 12:53 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran, dengan syarat pembukaan Selat Hormuz sebagai jalur vital energi global.
  • Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan jalur aman Selat Hormuz akan dibuka selama dua minggu melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.
  • Kesepakatan yang dimediasi Pakistan setelah pembicaraan dengan Shehbaz Sharif dan Asim Munir memicu penurunan harga minyak dunia sekitar 16 persen.

RRI.CO.ID, Teheran — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dengan Iran. Keputusan ini diambil setelah Washington menunda rencana serangan terhadap infrastruktur Iran yang sebelumnya dijadwalkan dalam waktu dekat.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian mengonfirmasi adanya kesepakatan sementara. Teheran juga menyebut jalur aman melalui Selat Hormuz akan dibuka melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran selama periode tersebut.

“Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” demikian pernyataan yang disampaikan Araghchi, dikutip dari Al Jazeera, Rabu, 8 April 2026.

Trump menyatakan bahwa penangguhan serangan tersebut bergantung pada kesediaan Iran membuka Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman. Ia menyebut jalur tersebut sebagai arteri vital bagi perdagangan energi global, yang menjadi titik ketegangan utama kedua negara.

Keputusan tersebut, menurut Trump, didasarkan pada pembicaraan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir. Mediasi Pakistan dinilai berperan penting dalam mendorong tercapainya kesepakatan gencatan senjata dua arah tersebut.

Araghchi menegaskan bahwa jalur pelayaran akan diatur melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan mempertimbangkan keterbatasan teknis yang ada. Pengumuman ini muncul kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang diberikan Donald Trump kepada Iran.

Tenggat tersebut mengharuskan Iran membuka selat itu atau menghadapi serangan besar terhadap infrastruktur sipilnya. Tenggat tersebut sebelumnya memicu kepanikan di Amerika Serikat dan pasar global, mengingat pentingnya Selat Hormuz bagi pasokan energi dunia.

Melansir dari CNBC, setelah kesepakatan diumumkan, harga minyak dunia dilaporkan turun tajam hingga sekitar 16 persen. Reaksi pasar tersebut mencerminkan harapan investor terhadap meredanya ketegangan yang sebelumnya mengancam jalur pasokan energi global.

Trump menyatakan bahwa penundaan serangan dilakukan karena Amerika Serikat telah memenuhi tujuan militernya. Ia juga mengatakan bahwa AS telah menerima proposal 10 poin dari Iran sebagai dasar negosiasi damai.

Ia menambahkan bahwa hampir seluruh poin perselisihan antara kedua negara telah disepakati. Periode dua minggu akan digunakan untuk memfinalisasi kesepakatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....