Rusia Umumkan Gencatan Senjata dengan Ukraina Selama Paskah Ortodoks

  • 10 Apr 2026 12:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan gencatan senjata Paskah Ortodoks pada 11–12 April 2026 dan berharap Ukraina mengikuti langkah tersebut.
  • Ukraina sebelumnya mengusulkan gencatan senjata serupa, dengan Presiden Volodymyr Zelenskyy menyatakan kesiapan Kyiv untuk langkah timbal balik dan penghentian konflik.
  • Gencatan senjata berlangsung di tengah konflik berkelanjutan, sementara kedua negara memperingati Paskah Ortodoks pada 12 April berdasarkan kalender Julian.

RRI.CO.ID, Moskow — Presiden Rusia Vladimir Putin pada Kamis, 9 April 2026 mengumumkan gencatan senjata untuk perayaan Paskah Ortodoks. Meski demikian, sebelumnya Rusia sempat menolak usulan gencatan senjata dari Ukraina.

Melansir dari The Kyiv Independent, gencatan senjata tersebut akan berlaku mulai Sabtu, 11 April pukul 16.00 hingga akhir 12 April. Kremlin dalam pernyataannya menyebut bahwa Rusia berharap Ukraina dapat mengikuti langkah yang sama.

“Terkait dengan mendekatnya hari raya Paskah Ortodoks, gencatan senjata diumumkan mulai pukul 16.00 pada 11 April hingga akhir hari 12 April,” demikian pernyataan Kremlin.

Menteri Pertahanan Rusia Andrei Belousov telah memerintahkan Kepala Staf Umum Valery Gerasimov untuk menghentikan seluruh aksi militer selama periode tersebut. Namun, pasukan Rusia tetap diminta waspada dan siap menghadapi kemungkinan provokasi maupun tindakan agresif.

Pengumuman ini muncul setelah Ukraina sebelumnya mengajukan usulan gencatan senjata Paskah yang tidak direspons oleh Moskow. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa Kyiv siap mengambil langkah timbal balik.

Ia juga menegaskan bahwa Ukraina terbuka terhadap berbagai bentuk penghentian konflik, termasuk gencatan senjata penuh. Zelenskyy juga menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan Paskah yang damai.

Zelenskyy berharap Rusia tidak kembali melanjutkan serangan setelah periode tersebut berakhir. Ia menyebut Ukraina telah lama menyerukan gencatan senjata, meski seruan tersebut masih diiringi dengan serangan Rusia ke berbagai kota.

Kedua negara diketahui memiliki mayoritas penduduk beragama Kristen Ortodoks Timur. Mereka mengikuti kalender Julian, di mana Paskah tahun ini jatuh pada 12 April.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....