Rusia Desak Perdamaian Permanen dengan Ukraina, Bukan Gencatan Senjata
- 02 Apr 2026 13:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Dmitry Peskov menegaskan Rusia menginginkan perdamaian permanen di Ukraina dan menolak gencatan senjata sementara.
- Peskov meminta Volodymyr Zelensky mengambil tanggung jawab dan segera membuat keputusan untuk penyelesaian damai, karena penundaan akan meningkatkan biaya bagi Kyiv.
- Kremlin menilai usulan gencatan senjata Paskah tidak jelas dan menegaskan solusi jangka panjang lebih efektif dibandingkan jeda konflik sementara.
RRI.CO.ID, Moskow — Diplomat Rusia, Dmitry Peskov menyatakan Rusia menginginkan perdamaian permanen di Ukraina dan menolak gencatan senjata sementara. Pernyataan tersebut ditujukan kepada Volodymyr Zelensky, yang diminta untuk mengambil tanggung jawab dalam penyelesaian konflik.
Menurut Peskov, Moskow menekankan perlunya perdamaian jangka panjang daripada sekadar jeda pertempuran. Dmitry Peskov menyampaikan pernyataan itu dalam konferensi pers, dilansir dari media berita TASS, Kamis, 2 April 2026.
Ia menegaskan bahwa tujuan utama Rusia adalah mencapai perdamaian berkelanjutan, bukan gencatan senjata sementara. Ia menyatakan bahwa keputusan untuk mengakhiri konflik berada di tangan Zelenskyy.
Rusia menilai gencatan senjata tidak cukup untuk menyelesaikan konflik secara menyeluruh. Kremlin juga menyinggung proposal gencatan senjata Paskah yang diajukan Zelenskyy.
Peskov mengatakan Rusia tidak melihat inisiatif yang dirumuskan secara jelas dalam proposal tersebut. Ia menyebut pernyataan Zelenskyy kurang konkret dan tidak memberikan langkah yang terperinci.
Rusia kemudian mendesak agar penyelesaian damai segera diupayakan, dengan Kremlin menilai waktu menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Peskov memperingatkan bahwa penundaan keputusan akan meningkatkan biaya perdamaian di masa depan.
Peskov juga menegaskan bahwa harga yang harus dibayar Kyiv bisa menjadi lebih tinggi jika keputusan tidak segera diambil. Menurut Peskov, solusi jangka panjang dinilai lebih efektif dibandingkan pendekatan sementara.
Moskow menolak langkah yang hanya memberikan jeda konflik. Ia menegaskan Zelensky harus membuat keputusan tepat waktu untuk mencapai penyelesaian damai berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....