Indonesia Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata Iran-AS

  • 08 Apr 2026 15:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang diumumkan Amerika Serikat (AS) dan Iran.
  • Indonesia melihat momentum ini sebagai awal positif serta mendorong kesempatan ini, dapat dimanfaatkan secara optimal guna memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan.
  • Pengumuman Trump pada Selasa malam itu terjadi setelah upaya mediasi oleh kepala militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata dua pekan yang diumumkan Amerika Serikat (AS) dan Iran. AS dan Iran juga akan memulai pembicaraan menyelesaikan kesepakatan perdamaian pada Jumat, 10 April 2026 di Islamabad, Pakistan.

“Tentunya pemerintah Indonesia menyambut baik kesepakatan gencatan senjata yang telah diumumkan selama dua minggu antara AS dan Iran. Perkembangan ini tentunya mencerminkan adanya rupaya dari para pihak-pihak yang terkait untuk tetap membuka ruang diplomasi guna mendorong de-eskalasi,” kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam konferensi pers, Rabu, 8 April 2026 di Ruang Palapa, Kemlu RI, Jakarta.

Indonesia melihat momentum ini sebagai awal positif serta mendorong kesempatan ini, dapat dimanfaatkan secara optimal guna memajukan penyelesaian damai yang berkelanjutan. Indonesia turut menegaskan kembali pentingnya untuk semua pihak terkait menahan diri secara maksimal, menghormati kedaulatan dan integritas teritorial.

“Serta, selalu mengutamakan dialog dan diplomasi dalam menyelesaikan konflik. Terus kita berulang kali (menyatakan) bahwa dialog dan diplomasi merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan konflik,” ujar Yvonne menambahkan.

Gencatan senjata yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Selasa, 7 April 2026 juga akan memungkinkan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebuah koridor maritim vital yang dilalui seperlima pasokan minyak dunia.

Secara khusus Yvonne menyebut, Indonesia menegaskan pentingnya penghormatan terhadap kebebasan navigasi. Yaitu, sebagai hak yang dijamin oleh hukum internasional termasuk Konvensi PBB, UNCLOS.

“Pemerintah Indonesia tentunya akan terus dukung setiap upaya diplomasi yang konstruktif dan termasuk upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk berkembang. Yaitu, menjadi penyelesaian yang sifatnya lebih permanen dengan tentunya perlindungan warga sipil sebagai fokus utama kita,” ucap Jubir Kemlu RI menekankan.

Pengumuman Trump pada Selasa malam itu terjadi setelah upaya mediasi oleh kepala militer Pakistan, Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Sharif kemudian mengatakan dalam sebuah unggahan di X bahwa ia telah mengundang delegasi Iran dan AS untuk bertemu di Islamabad pada hari Jumat.

Dalam sebuah pernyataan Teheran akan menghentikan serangan balasan dan menyediakan jalur aman melalui jalur air tersebut, jika serangan terhadapnya berhenti. Kata Menlu Iran, Abbas Araqchi dilansir Reuters.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....