AS Umumkan Gencatan Senjata 2 Minggu dengan Iran
- 08 Apr 2026 13:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu setelah Iran menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz, beberapa jam sebelum tenggat serangan militer AS.
- Kesepakatan tercapai melalui mediasi Pakistan, setelah Trump berbicara dengan Shehbaz Sharif dan Asim Munir.
- Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan Iran akan menghentikan operasi defensif jika serangan dihentikan, sementara konflik yang telah berlangsung lebih dari lima minggu menewaskan lebih dari 2.000 orang di Iran.
RRI.CO.ID, Teheran - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu dalam konflik dengan Iran. Gencatan senjata tersebut diumumkan setelah Teheran menyetujui pembukaan kembali Selat Hormuz.
Keputusan tersebut diambil hanya beberapa jam sebelum tenggat serangan militer yang sebelumnya diancamkan oleh Trump terhadap Iran. Ia bahkan sempat memperingatkan bahwa “seluruh peradaban akan mati” jika konflik terus berlanjut.
Melansir dari Al Jazeera, Rabu, 8 April 2026, pengumuman pembatalan serangan disampaikan melalui platform Truth Social. Trump menyebut mediasi Pakistan sebagai faktor utama tercapainya kesepakatan tersebut.
Ia mengatakan, telah melakukan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif. Ia juga berbicara dengan Panglima Angkatan Darat Asim Munir sebelum memutuskan menunda serangan selama dua minggu.
“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Panglima Angkatan Darat Asim Munir dari Pakistan, yang meminta saya menahan kekuatan destruktif yang dikirim malam ini ke Iran, dan dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui PEMBUKAAN Selat Hormuz secara LENGKAP, SEGERA, dan AMAN, saya setuju untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua minggu,” kataTrump di Truth Social.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi kemudian mengonfirmasi adanya kesepakatan sementara. Iran menyatakan akan menghentikan operasi defensifnya apabila serangan dihentikan.
“Jika serangan terhadap Iran dihentikan, Angkatan Bersenjata kami yang kuat akan menghentikan operasi defensif mereka. Selama dua minggu, jalur aman melalui Selat Hormuz akan dimungkinkan melalui koordinasi dengan Angkatan Bersenjata Iran dan dengan mempertimbangkan keterbatasan teknis,” ujar Araghchi.
Konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah berlangsung lebih dari lima minggu sejak ofensif militer bersama diluncurkan. Hingga kini, konflik dilaporkan telah menewaskan lebih dari 2.000 orang di Iran serta puluhan korban di negara-negara kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....