Iran dan AS Akan Lakukan Pembicaraan di Pakistan
- 08 Apr 2026 13:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran dan Amerika Serikat akan memulai pembicaraan di Islamabad pada 10 April 2026 setelah menyepakati gencatan senjata dua minggu.
- Negosiasi akan didasarkan pada proposal 10 poin Iran yang mencakup kontrol atas Selat Hormuz, pencabutan sanksi, serta penarikan pasukan AS dari kawasan.
- Presiden Donald Trump menunda serangan, sementara Abbas Araghchi menyatakan jalur aman Hormuz dibuka selama gencatan senjata dengan mediasi Shehbaz Sharif.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan pembicaraan dengan Amerika Serikat akan dimulai di Islamabad pada Jumat, 10 April 2026. Kedua negara sebelumnya menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu, dilansir dari Al Jazeera.
Dewan Keamanan Nasional Iran menyebut negosiasi tersebut akan didasarkan pada proposal 10 poin yang diajukan Teheran. Proposal itu mencakup tuntutan kontrol atas Selat Hormuz serta pencabutan seluruh sanksi terhadap Iran.
Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan menunda serangan terhadap Iran selama dua minggu. Trump sebelumnya mengancam akan menyerang Iran, namun kemudian menyatakan penangguhan serangan bergantung pada kesediaan Teheran membuka Selat Hormuz.
Jalur sempit tersebut menghubungkan Teluk dengan Laut Arab dan dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Iran sebelumnya memberlakukan blokade parsial terhadap Selat Hormuz setelah serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari.
Pembatasan tersebut mengganggu perdagangan global, mendorong kenaikan harga minyak, serta memicu kekurangan bahan bakar di sejumlah wilayah. Ketegangan juga meningkat setelah serangan balasan Iran meluas ke kawasan Teluk.
Trump menyatakan Amerika Serikat telah memenuhi tujuan militernya dan menerima proposal 10 poin Iran sebagai dasar negosiasi. Ia juga menyebut sebagian besar poin perselisihan antara kedua negara telah disepakati.
Sementara itu, periode dua minggu akan digunakan untuk memfinalisasi kesepakatan damai. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa Teheran akan menghentikan operasi defensifnya jika serangan terhadap Iran dihentikan.
Ia menambahkan jalur aman melalui Selat Hormuz akan dibuka melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran selama masa gencatan senjata. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyatakan gencatan senjata berlaku segera dan mengundang delegasi kedua negara untuk melanjutkan negosiasi di Islamabad.
Proposal Iran juga mencakup penarikan pasukan tempur AS dari kawasan, kompensasi kerusakan perang, serta pembebasan aset Iran yang dibekukan. Meski demikian, Iran menyatakan siap merespons dengan kekuatan penuh jika terjadi pelanggaran selama periode negosiasi berlangsung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....