Paus Leo XIV: Kasih Tuhan Kalahkan Dosa dan Satukan Umat Manusia

  • 05 Apr 2026 16:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Paus Leo XIV menegaskan kasih Tuhan menjadi jawaban atas dosa yang memecah dan merusak kehidupan.
  • Dalam Misa Vigili Paskah, ia menyoroti makna kebangkitan sebagai bagian dari sejarah keselamatan manusia.
  • Paus mengajak umat menghadapi tantangan dunia dengan iman, serta menghadirkan kasih dan perdamaian.

RRI.CO.ID, Vatikan - Paus Leo XIV menegaskan bahwa kasih Tuhan menjadi jawaban atas kerasnya dosa yang memecah dan merusak kehidupan manusia. Pesan tersebut disampaikan dalam Misa Vigili Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Sabtu 4 April 2026.

Melansir dari Vatican News, dalam homilinya, Paus mengatakan bahwa Tuhan merespons dosa dengan kekuatan kasih. “Tuhan menanggapi kerasnya dosa, yang memecah dan mematikan, dengan kekuatan kasih yang menyatukan dan memulihkan kehidupan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Paskah tidak hanya berbicara tentang kebangkitan Yesus Kristus. Lebih dari itu, peristiwa ini merupakan bagian dari perjalanan panjang sejarah keselamatan manusia.

Mengutip himne kuno, Paus menyebut Paskah mampu, “mengusir kebencian, menumbuhkan persatuan, dan meruntuhkan kekuasaan yang lalim”. Ia menekankan, makna Paskah melampaui waktu dan terus relevan hingga kini.

Paus Leo XIV juga menyoroti sembilan bacaan Kitab Suci dalam liturgi Vigili Paskah. Bacaan tersebut menggambarkan perjalanan dari penciptaan dunia, pembebasan bangsa Israel, hingga pelayanan Santo Paulus.

Menurutnya, seluruh rangkaian tersebut memiliki benang merah yang sama, yaitu kasih Tuhan. Kasih ini menjadi kekuatan yang mampu menyatukan dan memulihkan kehidupan manusia.

Dalam refleksi tentang kebangkitan Kristus, Paus merujuk pada Injil Matius. Ia menggambarkan peristiwa tergulingnya batu makam sebagai simbol kemenangan kasih atas kejahatan.

“Kasih Tuhan lebih kuat dari segala kejahatan,” kata Paus. Ia menambahkan bahwa kehidupan yang berasal dari Tuhan tidak dapat dikalahkan oleh kematian.

Di bagian akhir homilinya, Paus juga menyinggung berbagai persoalan dunia saat ini. Ia menyebut ketidakpercayaan, ketakutan, egoisme, hingga kebencian sebagai ‘kubur’ yang masih harus dibuka.

Selain itu, Paus juga menyoroti perang, ketidakadilan, dan keterasingan antarbangsa. Ia mengingatkan, kondisi tersebut menjadi tantangan nyata bagi umat manusia.

Paus pun mengajak umat untuk tidak menyerah menghadapi situasi tersebut. “Jangan biarkan diri kita menjadi lumpuh,” ujarnya.

Ia mendorong umat untuk meneladani komitmen para santo. "Karunia Paskah berupa harmoni dan perdamaian dapat terus tumbuh dan berkembang di mana pun dan sepanjang waktu di seluruh dunia," katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....