Malaysia Terapkan WFH Pegawai Negeri akibat Krisis Energi
- 02 Apr 2026 15:29 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Malaysia di bawah Anwar Ibrahim akan menerapkan kerja dari rumah mulai 15 April 2026 untuk mengurangi konsumsi bahan bakar dan menjaga pasokan energi.
- Kenaikan harga minyak dunia dan penutupan Selat Hormuz mendorong pemangkasan kuota subsidi bahan bakar dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.
- Sejumlah tanker Malaysia tertahan dan pemerintah terus berkoordinasi dengan Iran, sementara Presiden Iran telah mengizinkan kapal dan awak Malaysia melanjutkan perjalanan pulang.
RRI.CO.ID, Kuala Lumpur — Malaysia akan menerapkan kebijakan kerja dari rumah bagi kementerian, lembaga, badan hukum, serta perusahaan terkait pemerintah. Kebijakan tersebut akan dimulai pada tanggal 15 April 2026 sebagai langkah mengatasi krisis bahan bakar, dilansir dari CNA.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan kebijakan tersebut telah disetujui kabinet. Kebijakan itu bertujuan mengurangi konsumsi bahan bakar sekaligus menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
Langkah ini diambil ketika Malaysia mulai merasakan dampak konflik Timur Tengah terhadap pasokan energi global. Pemerintah Malaysia selama ini memberikan subsidi bahan bakar yang besar.
Namun, kenaikan harga minyak dunia dan penutupan efektif Selat Hormuz mendorong penyesuaian kebijakan. Anwar mengatakan kuota bahan bakar bersubsidi akan dipangkas dari 300 liter menjadi 200 liter per bulan.
Sementara itu, harga bahan bakar tanpa subsidi tetap mengikuti pasar global. Kebijakan ini diharapkan dapat menekan konsumsi energi di tengah meningkatnya tekanan pasokan.
Selain itu, sejumlah kapal tanker Malaysia dilaporkan menunggu izin untuk melintasi Selat Hormuz. Hingga kini, pemerintah Malaysia terus berkoordinasi dengan Iran.
Presiden Iran juga telah mengizinkan tanker Malaysia dan awaknya melanjutkan perjalanan pulang. Kebijakan kerja dari rumah ini menjadi bagian dari strategi Malaysia dalam menghadapi krisis energi yang semakin meluas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....