PM Malaysia: Iran Izinkan Kapal Malaysia Lewati Selat Hormuz

  • 27 Mar 2026 14:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan Iran mengizinkan kapal Malaysia melintas di Selat Hormuz setelah pembicaraan dengan para pemimpin regional.
  • Malaysia menyebut langkah tersebut bagian dari upaya mendorong perdamaian Timur Tengah, meski Iran menuntut jaminan keamanan yang jelas sebelum menerima proses perdamaian.
  • Pemerintah Malaysia tetap mempertahankan subsidi minyak, menyesuaikan alokasi bahan bakar, serta menyiapkan langkah mitigasi karena gangguan pasokan energi berdampak langsung pada stabilitas ekonomi negara.

RRI.CO.ID, Kuala Lumpur — Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan kapal Malaysia kini diizinkan melintas oleh Iran setelah pembicaraan dengan para pemimpin regional. Pernyataan tersebut disampaikan dalam pidato televisi pada Kamis, 26 Maret 2026, dilansir dari CNA.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Anwar berbicara dengan pemimpin Iran, Mesir, dan Turki terkait situasi di kawasan. Kapal Malaysia sebelumnya menghadapi hambatan saat melintasi Selat Hormuz yang menjadi jalur penting pengiriman energi dunia.

Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengucapkan terima kasih kepada presiden Iran atas izin tersebut. Ia juga menyebut proses pembebasan kapal tanker minyak Malaysia serta para pekerja yang terlibat sedang berlangsung.

“Kami sekarang sedang dalam proses membebaskan kapal tanker minyak Malaysia dan para pekerja yang terlibat agar mereka dapat melanjutkan perjalanan pulang,” katanya.

Ia mengatakan, langkah itu merupakan bagian dari upaya Malaysia memfasilitasi perdamaian di Timur Tengah. Namun, menurutnya, proses tersebut tidak mudah.

Hal tersebut karena Iran merasa telah berulang kali ditipu dan sulit menerima langkah menuju perdamaian tanpa jaminan keamanan yang jelas. Di sisi lain, pemerintah Malaysia menyatakan akan mempertahankan subsidi harga minyak untuk melindungi masyarakat dari dampak gangguan pasokan energi.

Meski demikian, pemerintah Malaysia juga menyesuaikan alokasi bahan bakar bersubsidi setiap bulan guna mengurangi tekanan terhadap pasokan. Anwar menambahkan bahwa blokade di Selat Hormuz memberikan dampak langsung terhadap Malaysia.

Ia juga menilai konflik di kawasan serta terhentinya pasokan minyak dan gas memperburuk situasi. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah mitigasi untuk menjaga stabilitas ekonomi dan energi negara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....