Zelenskyy Kirim Tim ke AS, Bahas Perundingan dengan Rusia
- 20 Mar 2026 14:26 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Volodymyr Zelenskyy mengirim tim negosiasi ke Amerika Serikat untuk membahas kelanjutan perundingan damai dengan Rusia yang dijadwalkan berlangsung 21 Maret 2026.
- Perundingan sebelumnya sempat terhenti akibat krisis di Timur Tengah, namun kini akan dilanjutkan dengan dukungan dan mediasi Amerika Serikat.
- Ukraina melihat sinyal positif dari AS dan berharap upaya diplomasi ini dapat membuka jalan menuju perdamaian serta mengakhiri konflik yang berkepanjangan.
RRI.CO.ID, Kyiv — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan bahwa tim negosiasi Ukraina sedang dalam perjalanan menuju Amerika Serikat. Pengiriman tim tersebut bertujuan untuk membahas kelanjutan perundingan damai dengan Rusia, dilansir dari Anadolu, Jumat, 20 Maret 2026.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026 dengan melibatkan perwakilan dari pemerintah Amerika Serikat sebagai mediator. Zelenskyy menjelaskan bahwa anggota politik dari kelompok negosiasi telah berangkat dan siap melanjutkan dialog yang sebelumnya sempat terhenti.
Perundingan antara Rusia dan Ukraina diketahui mengalami jeda akibat krisis di Timur Tengah. Namun, kini dinilai sebagai waktu yang tepat untuk kembali melanjutkan upaya diplomasi.
Sebelumnya, Zelenskyy telah menggelar pembahasan dengan sejumlah pejabat utama, termasuk Rustem Umerov, Kyrylo Budanov, serta anggota parlemen Davyd Arakhamia. Diskusi tersebut membahas posisi Ukraina dalam perundingan serta langkah-langkah strategis ke depan.
Menurut Zelenskyy, terdapat sinyal positif Amerika Serikat yang menunjukkan kesiapan melanjutkan proses negosiasi dalam format yang telah ada. Hal ini memberikan harapan baru bagi upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung cukup lama.
Selama tahun ini, Rusia dan Ukraina telah menjalani beberapa putaran perundingan damai dengan mediasi Amerika Serikat. Namun, proses tersebut sempat terhenti sebelum akhirnya kini diupayakan untuk dilanjutkan kembali.
Melalui langkah ini, Ukraina berharap jalur diplomasi dapat kembali berjalan dan membuka peluang bagi tercapainya perdamaian. Upaya ini menjadi bagian penting dalam mengakhiri perang serta menciptakan stabilitas di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....