Menlu RI Sebut Pertemuan Presiden Prabowo dan Kaisar Jepang Tidak Bahas Politik

  • 30 Mar 2026 17:24 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Kaisar Jepang Naruhito, tidak membahas politik
  • 2. Indonesia-Jepang Sepakati Kerja Sama Ekonomi senilai Rp374 triliun
  • 4. Indonesia berkomitmen benahi regulasi untuk mencipatakan iklim usaha dan investasi yang kondusif
  • 4. Indonesia transformasi energi dari fosil ke energi terbarukan

RRI.CO.ID, Tokyo- Menteri Luar Negeri RI Sugiono menegaskan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Kaisar Naruhito, tidak membahas politik. Kedua pemimpin negara membahas hubungan bilateral Indonesia-Jepang, termasuk harapan Kaisar agar WNI tetap mendapatkan tempat yang baik di Jepang.

“Posisi Kaisar sebagai simbol negaraan Jepang, tidak membicarakan hal-hal yang sifatnya politis, tapi lebih kepada hubungan bilateral, hubungan people to people. Beliau Kaisar menyampaikan harapannya semoga warga negara Indonesia yang ada di Jepang, bisa mereka treat dengan baik,” kata Menlu Sugiono kepada wartawan, Senin, 30 Maret 2026.

Kaisar Naruhito menyampaikan pesan kepada Pemerintah Indonesia, agar menyampaikan kepada Jepang jika ada persoalan yang menyangkut WNI. Pemerintah Jepang berjanji akan menindaklanjutinya.

“Jika ada sesuatu yang sifatnya perlu menjadi concern, pihak mereka meminta kita untuk menyampaikannya. Sehingga tercapai suatu kerjasama yang benar-benar erat antara masyarakat kedua negara,” katanya menerangkan.

https://berita.rri.co.id/internasional/2295969/suasana-hangat-presiden-prabowo-dan-kaisar-jepang-bahas-isu-strategis?nocache=true

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga menghadiri acara businness forum atau business session. Pada forum bisnis tersebut, disepakati kerja sama ekonomi Indonesia-Jepang senilai USD 22 miliar atau setara sekitar Rp374 triliun (Kurs 1 USD=Rp17.000).

“Ini menunjukkan bahwa hubungan yang tercipta di bidang ekonomi juga semakin intens. Tadi disampaikan oleh Bapak Presiden dalam sambutannya bahwa Indonesia pada prinsipnya melakukan sebuah transformasi khususnya di bidang ekonomi,” katanya.

Presiden Prabowo, kata Menlu, Indonesia terus membenahi peraturan dan regulasi sehingga iklim investasi dan berusaha di Indonesia semakin kondusif. Presiden Prabowo juga menyampaikan Indonesia tengah mengembangkan energi terbarukan, dengan transformasi dari fosil ke energi yang lebih bersih.

“Situasi dunia yang seperti ini yang sangat volatil perlu satu keamanan dan ketahanan energi . Dalam program transformasi beliau, juga beliau sudah menempatkan transformasi energi fosil ke energi terbarukan merupakan sesuatu hal yang akan dilakukan,” kata Sugiono.

Presiden Prabowo dan Kaisar menutup pertemuan dengan jamuan makan siang. Selanjutnya, Presiden Prabowo dijadwalkan akan menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Selasa 31 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....