Thailand-Iran Capai Kesepakatan, Kapal Minyak Diizinkan Lewati Selat Hormuz
- 28 Mar 2026 17:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Thailand mencapai kesepakatan dengan Iran agar kapal tanker minyak Thailand dapat melewati Selat Hormuz dengan aman, meredakan kekhawatiran terkait pasokan bahan bakar dan mencegah gangguan seperti yang terjadi awal Maret.
- Selat Hormuz sebelumnya mengalami gangguan serius akibat perang Timur Tengah, termasuk serangan terhadap kapal kargo Thailand, pemutaran balik kapal oleh Garda Revolusi Iran, serta penurunan pengiriman komoditas hingga 95 persen.
- Kesepakatan ini meningkatkan keamanan navigasi bagi kapal Thailand dan menjaga kelancaran pasokan energi nasional, sekaligus menjadi contoh diplomasi energi yang strategis di kawasan Timur Tengah dan Asia Tenggara.
RRI.CO.ID, Bangkok — Thailand telah mencapai kesepakatan dengan Iran untuk memastikan kapal tanker minyak Thailand dapat melewati Selat Hormuz dengan aman. Pernyataan ini disampaikan oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, pada Sabtu, 28 Maret 2026, dilansir dari CNA.
Sebelumnya, pasukan Iran telah memperlambat arus pengiriman melalui selat selama perang Timur Tengah yang dimulai akhir bulan lalu. Menurut Anutin, kesepakatan ini diharapkan dapat meredakan kekhawatiran terkait impor bahan bakar.
Anutin menambahkan bahwa kesepakatan ini akan mencegah gangguan seperti yang terjadi pada awal Maret terulang kembali. Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi ekspor minyak dan gas alam cair (LNG) ke Asia.
Lebih dari 80 persen kebutuhan kawasan melewati jalur ini. Gangguan sebelumnya telah menyebabkan kesulitan pasokan bahan bakar di Asia Tenggara, termasuk antrean panjang di SPBU Thailand.
Pemerintah Thailand menegaskan akan terus menyesuaikan langkah-langkah untuk melindungi masyarakat dari dampak krisis pasokan. Awal bulan ini, sebuah kapal kargo Thailand diserang di Selat Hormuz, dan tiga kru kapal dilaporkan hilang.
Data dari platform pelacakan maritim Kpler menunjukkan pengiriman komoditas melalui Selat Hormuz turun 95 persen antara 1 hingga 26 Maret. Penurunan ini terjadi menyusul dimulainya perang di Timur Tengah.
Selain itu, Garda Revolusi Iran memutar balik tiga kapal yang mencoba melewati Selat Hormuz. Jalur ini ditutup bagi kapal yang menuju atau berasal dari pelabuhan yang terkait dengan musuh Iran.
Selama bulan ini, tercatat 24 kapal komersial mengalami serangan atau insiden. Dari jumlah tersebut, 11 di antaranya adalah kapal tanker di Teluk, Selat Hormuz, serta Teluk Oman, menurut laporan UKMTO.
Kesepakatan antara Thailand dan Iran meningkatkan keamanan navigasi bagi kapal Thailand dan diharapkan menjaga kelancaran pasokan bahan bakar nasional. Keberhasilan negosiasi ini menjadi contoh diplomasi energi yang penting di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....