PBB Peringatkan Perang Iran Meluas, Dampak Global Mengancam
- 26 Mar 2026 17:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan perang di Iran telah melampaui batas wajar, meningkatkan penderitaan manusia, dan menimbulkan dampak ekonomi global yang parah.
- Guterres menyerukan penghentian eskalasi militer, menekankan Amerika Serikat dan Israel segera mengakhiri perang, serta mendorong Iran menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk yang bukan pihak konflik.
- Penunjukan Jean Arnault sebagai utusan pribadi PBB bertujuan memimpin mediasi dan penyelesaian konflik, dengan fokus pada diplomasi dan kerja sama internasional untuk menghentikan perang dan memulihkan stabilitas regional.
RRI.CO.ID, Jenewa — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres memperingatkan bahwa perang di Iran telah lepas kendali dan berpotensi meluas menjadi konflik global. Guterres mengatakan konflik tersebut telah melampaui batas yang dianggap wajar oleh para pemimpin dunia.
Melansir dari Anadolu, hal tersebut disampaiakan dalam konferensi pers di markas PBB, Rabu, 25 Maret 2026. Ia menambahkan, perang ini meningkatkan penderitaan manusia dan menimbulkan dampak ekonomi global yang parah.
Guterres menyerukan agar eskalasi militer segera dihentikan dan pihak-pihak yang terlibat menaiki “tangga diplomasi” serta kembali menghormati hukum internasional. Ia menekankan pesan khusus kepada Amerika Serikat dan Israel untuk segera mengakhiri perang.
Hal tersebut disebabkan korban sipil terus bertambah dan dampak ekonomi semakin menghancurkan. Selain itu, Iran didorong untuk menghentikan serangan terhadap negara-negara Teluk, karena negara-negara tersebut bukan pihak dalam konflik.
Penutupan berkepanjangan Selat Hormuz menghambat pergerakan minyak, gas, dan pupuk di tengah musim tanam global yang penting. Selat ini menjadi jalur vital bagi perdagangan energi dan barang.
Selat tersebut menghubungkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Irak, dan Iran ke pasar global. Sekitar 25 persen perdagangan minyak dan 20 persen perdagangan gas alam cair.
Selain itu, hampir 30 persen perdagangan pupuk dunia juga melewati jalur ini. Sebagai langkah diplomasi, ia menunjuk Jean Arnault dari Prancis sebagai utusan pribadi untuk memimpin upaya PBB dalam mediasi dan penyelesaian konflik.
Arnault sebelumnya juga menjadi utusan PBB untuk Afghanistan dan isu regional pada 2021. Guterres menegaskan perlunya diplomasi dan kerja sama internasional untuk mencapai pemahaman yang dapat mengakhiri konflik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....