Menlu Jerman: Iran dan AS Siap Bertemu

  • 28 Mar 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat dan Iran telah melakukan kontak tidak langsung dan bersiap menggelar pertemuan langsung di Pakistan, menurut Menteri Luar Negeri Johann Wadephul.
  • Utusan Amerika Serikat Steve Witkoff menyebut ada tanda kuat Teheran siap bernegosiasi.
  • Iran mengizinkan 10 kapal tanker melintas Selat Hormuz dan telah merespons proposal 15 poin dari Washington, kini menunggu balasan lanjutan untuk mendorong diplomasi meredakan konflik.

RRI.CO.ID, Berlin — Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul mengatakan Amerika Serikat dan Iran telah melakukan kontak tidak langsung. Kedua pihak juga tengah mempersiapkan pertemuan langsung di Pakistan dalam waktu dekat, dilansir dari Al Arabiya, Sabtu, 28 Maret 2026.

Melansir Asharq Al-Awsat, Wadephul menyampaikan, komunikasi awal sudah berlangsung dan kedua pihak kini hampir menyelesaikan persiapan pertemuan langsung. Pernyataan itu disampaikan kepada radio Deutschlandfunk, yang menekankan bahwa pembicaraan diperkirakan segera terlaksana.

“Berdasarkan informasi saya, telah ada kontak tidak langsung, dan persiapan telah dilakukan untuk bertemu secara langsung. Itu tampaknya akan segera terjadi di Pakistan,” kata Menteri Johann Wadephul kepada radio Deutschlandfunk.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menunda tenggat waktu serangan terhadap Iran karena menilai negosiasi berjalan positif. Utusan presiden Steve Witkoff juga menyebut adanya tanda kuat bahwa Teheran siap bernegosiasi.

Washington diketahui telah mengirimkan daftar tindakan berisi 15 poin kepada Iran melalui pejabat Pakistan. Witkoff mengatakan pembicaraan tersebut akan menentukan arah konflik dan berharap Iran melihat tidak ada alternatif selain negosiasi.

Trump juga menyebut Iran menunjukkan itikad baik dengan mengizinkan 10 kapal tanker melintas Selat Hormuz untuk mendukung pembicaraan. Kantor berita Tasnim melaporkan Teheran telah merespons daftar 15 poin dari Washington.

Pemerintah Iran kini disebut menunggu jawaban lanjutan dari pihak Amerika Serikat. Langkah ini dilakukan seiring upaya diplomasi untuk meredakan konflik yang terus berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....