Hadapi Dampak Krisis Timteng, Filipina Terapkan Kerja Empat Hari

  • 07 Mar 2026 13:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Manila — Pemerintah Filipina menerapkan kebijakan sementara pekan kerja empat hari di sejumlah kantor pemerintah. Langkah ini diambil untuk menghadapi dampak krisis di Timur Tengah, dilansir dari Gulf News, Sabtu, 7 Maret 2026.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Presiden Ferdinand Marcos Jr. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Senin, 9 Maret 2026 untuk lembaga pemerintah di bawah cabang eksekutif.

Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan kontinjensi pemerintah untuk mengurangi dampak krisis global terhadap operasional negara. Namun, kebijakan tersebut tidak berlaku bagi lembaga yang menyediakan layanan darurat.

Layanan publik penting seperti kepolisian, pemadam kebakaran, serta kantor pemerintah yang melayani masyarakat secara langsung tetap beroperasi seperti biasa. Aturan tersebut tercantum dalam Memorandum Circular No. 114 yang juga mengatur mekanisme pelaksanaannya.

Seluruh instansi diminta menyusun pedoman internal untuk memastikan pemantauan kehadiran pegawai dan standar kinerja. Pedoman tersebut juga harus mencakup sistem pemantauan yang sesuai dengan peraturan dari Civil Service Commission.

Selain menerapkan pekan kerja empat hari, pemerintah Filipina juga menghentikan sementara sejumlah kegiatan yang dianggap tidak penting. Pembatasan tersebut mencakup perjalanan dinas yang tidak mendesak, tur studi, program team building, serta pertemuan tatap muka.

Presiden Marcos juga meminta seluruh lembaga pemerintah untuk menghemat energi. Mereka diminta menurunkan konsumsi listrik dan bahan bakar sebesar 10 hingga 20 persen.

Setiap departemen diwajibkan menunjuk petugas konservasi energi, bekerja sama dalam audit energi, serta mengirimkan laporan penggunaan energi bulanan. Di sisi lain, pemerintah juga meminta sejumlah lembaga terkait untuk terus berkoordinasi.

Lembaga tersebut antara lain Departmen Luar Negeri, Departmen Pekerja Migran, dan Administrasi Kesejahteraan Pekerja Luar Negeri. Koordinasi ini dilakukan untuk membantu warga Filipina yang tinggal dan bekerja di negara-negara Teluk.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....