Jepang Lepas Cadangan Minyak di tengah Krisis Energi

  • 18 Mar 2026 13:01 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Penutupan Selat Hormuz
  • Krisis Minyak Dunia
  • Jepang Lepas Cadangan Minyak

RRI.CO.ID, Tokyo — Jepang mulai melepas cadangan minyak daruratnya di tengah krisis energi global yang dipicu konflik yang melibatkan Iran. Krisis ini semakin memburuk setelah Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia, mengalami penutupan efektif.

Baca juga: Ekspor Minyak Timteng Anjlok akibat Penutupan Hormuz

Melansir dari Al Jazeera, Rabu, 18 Maret 2026, kondisi tersebut mendorong harga minyak global tetap berada pada level tinggi. Pemerintah Jepang mengumumkan kebijakan tersebut pada hari Senin, 16 Maret 2026 melalui lembaran resmi pemerintah.

Perdana Menteri Sanae Takaichi sebelumnya menyampaikan rencana melepas 80 juta barel minyak secara sepihak sebagai respons terhadap kekhawatiran pasokan. Langkah ini terutama dipicu oleh ancaman Iran terhadap pelayaran di kawasan tersebut.

Baca juga: Australia Siapkan Pelepasan 762 Juta Liter Cadangan Bahan Bakar

Di tingkat global, Badan Energi Internasional juga berencana melepas hingga 400 juta barel minyak guna menstabilkan pasar. Meski demikian, harga minyak tetap tinggi dan bahkan sempat melampaui 100 dolar AS (Rp1,7 juta) per barel.

Baca juga: Analis: Guncangan Energi Timteng Ubah Prospek Ekonomi Global

Hal tersebut karena pelaku pasar mengantisipasi potensi gangguan jangka panjang. Selat Hormuz sendiri biasanya mengangkut sekitar seperlima pasokan minyak dunia, namun pengiriman kini terhenti secara efektif.

Para analis memperkirakan harga minyak akan terus meningkat selama gangguan tersebut belum teratasi. Sebagai salah satu pengimpor minyak terbesar di dunia, Jepang sangat bergantung pada pasokan energi dari luar negeri.

Meski demikian, negara tersebut memiliki cadangan minyak besar yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik hingga 254 hari. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk merespons krisis energi yang sedang berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....